WeLcOmE CoMrAdE
Save The World Today
____Enjoy Your Live Today *BECAUSE* Yesterday Had Gone And Tomorrow May Never Come____
continue like this article, although the road is full of obstacles and temptations

Yang 2000 Botak Aja..!!!

| Selasa, 29 Juni 2010 | 0 komentar |
Si Doni memanggil tukang cukur keliling yang kebetulan lewat depan rumahnya, ia berniat mencukur rambutnya.

Doni: “Bang! Tukang cukur, cukur sini bang!”

Tukang Cukur: “Mau cukur Don?!”

Doni: “Dipendekin berapa harganya bang?”

Tukang Cukur: “Murah cuma 3000 Don.”

Doni: “Kalau botak berapa bang?”

Tukang Cukur: “Kalau botak 2000.”

Doni: “Ya sudah kalo gitu pendekin aja bang biar rapi.”

Kemudian si tukang cukur segera mencukur rambut si Doni, setelah rapi Doni membayar tukang cukur dengan uang 5000an.

Tukang Cukur: “Wah nggak ada kembaliannya Don, ni aja baru penglaris.”

Doni: “Waduh gimana yach bang gak ada recehan nich bang…”

Sambil garuk kepala Doni berpikir, setelah lama berpikir kemudian Doni memutuskan.

Doni: “Ya udah bang, kalau gitu yang 2000 botak aja.”

Tukang Cukur: “!@@#!!!!!??”
READ MORE - Yang 2000 Botak Aja..!!!

Salah Tanggap Waktu di WC

| | 0 komentar |
Kemarin gue pergi ke sebuah Mall… Nongkrong sama temen2…

Entah kenapa tiba-tiba perut terasa mulas. Langsung saja gue masuk ke WC yang saat itu kebetulan sepi.

Belum semenit duduk, saya denger suara bapak-bapak berkata : “Gimana dik? baik-baik aja?” Kedengarannya dari WC sebelah.

Kaget juga, karena gue nggak biasa ngobrol sama orang yang belum dikenal, maka saya jawab aja: “Ya, baik.”

Eh, tau-tau dia nanya lagi : “Sekarang gimana, sudah terasa lega?”

Wah pertanyaan macam apa sih itu? Ada-ada saja. Baru juga nongkrong semenit, jadi gue jawab sekenanya aja… : “Lumayan Pak, untung gak ngantri…”

Dia jawab lagi : “Sama dong… tapi saya ada masalah dikit nih.”

Gue jadi mulai curiga, lalu gantian gue yang tanya : “Masalah apa, pak?”

Dia langsung jawab : “Iniii lho diajenggg… ada orang culun di WC sebelah ikut-ikutan ‘njawab pertanyaan saya, gimana kalo nanti saya telpon lagi? Ya… sampai nanti…”
READ MORE - Salah Tanggap Waktu di WC

Cinta Gila

| | 0 komentar |
Aditya dan Ardian… dua nama itulah yang selama 3 bulan terakhir mengisi hari-hariku.

Ardian…
Dia datang pada saat dimana aku sedang merasa sangat kehilangan, hari-hariku sedang membosankan dan menyedihkan. Aku baru saja putus cinta. Awal aku mengenalnya karena tidak sengaja mengirim sms. Setelah itu kami sering bertukar cerita, bertelpon ria.
Entahlah, aku tidak tahu kapan cinta itu hadir dalam hatiku dan aku juga tak mengerti mengapa cinta itu datang begitu cepat. Dan yang lebih aku tak mengerti mengapa aku harus mencintainya, padahal kita tak pernah bertemu.

Aneh bukan? Tapi itulah cinta, bila cinta tidak gila itu tidak dikatakan cinta…
Cinta itu harus gila.

Entahlah, apakah dia merasa hal yang sama dengan apa yang kurasa? Aku tak tahu. Hubunganku dengan ardian tak pasti, bertemankah atau berpacarankah…
Berteman…mungkin dia akan jadi seorang teman yang baik, yang selalu mau mendengar keluh kesahku setiap hari
Berpacaran…mungkin dia akan jadi seorang pacar yang setia,
Berteman atau berpacaran aku tak peduli. Aku merasa nyaman… mendengar suaranya dan mendengar tawanya, dia selalu menjalani kehidupannya dengan santai, seolah dia tidak pernah merencanakan hidupnya esok akan bagaimana, dia biarkan hidupnya mengalir. Tapi itulah yang ku suka, tapi hal itu pula yang pada akhirnya membuat aku benci.

Ardian datang lebih awal daripada adit, mungkin jika adit datang lebih awal, aku akan jatuh cinta padanya.

Aditya…
Aku mengenalnya karena perjodohan orang tua. Saat itu aku sedang menikmati kedekatanku dengan ardian.
Entahlah, aku tidak tahu kapan cinta itu datang di hati adit, aku tak mengerti mengapa adit sangat ingin menikah denganku, padahal perkenalan ini amat singkat. Entahlah, apakah aku merasa hal yang sama dengan adit? Aku tak tahu. Tapi yang pasti aku kagum akan kegigihan dan perhatian dia.

Hubunganku dengan adit juga tak pasti, yang pasti aku pernah menyakitinya karena aku menolaknya

Tapi hingga saat ini seolah dia tak menyerah untuk mengejarku..
Atau mungkin karena target hidup dia yang sudah tersusun rapi dari tahun ketahun. Dia manargetkan menikah pada tahun ini, pada usia dia yang ke 27. itulah adit, dia selalu menyusun rencana hidupnya jauh kedepan. Bahkan 10 tahun, 20 tahun kedepan sudah disusunnya secara terperinci. Tapi itulah yang membuat aku menolaknya, aku belum lama mengenalnya, aku pernah bertanya padanya, apakah saat dia menulis target hidupnya untuk menikah tahun ini, dia membayangkan wanita yang akan di nikahi itu siapa? Aku yakin, wanita yang dia bayangkan bukan aku, tapi orang lain, entah aku tak pernah mau tahu siapa wanita itu. Aku tak pernah ada dalam rencana hidup dia, karena perkenalan kita masih sangat singkat, tapi mengapa harus aku yang harus terjebak dalam target hidupnya?

Sungguh adit dan ardian adalah dua pribadi yang bertolak belakang, walaupun inisial nama mereka sama

Aku adalah seorang wanita, yang selama 3 bulan ini dilema dengan perasaanku sendiri. Secara jelas aku menjelaskan perasaanku terhadap 2 laki-laki itu pada perkenalan mereka. Aku seorang yang sangat simple dalam hal mencintai seseorang, aku selalu jatuh cinta karena hal-hal yang sederhana, tapi seringkali jatuh cinta tanpa sebuah alasan. Kadang perasaan itu datang tanpa aku tahu dan mengapa harus pada orang tersebut.

Aku sudah bosan menjalani kegagalan perjalanan cintaku, beberapa bulan sebelum aku mengenal ardian dan adit, aku memutuskan untuk menyerahkan kepada orangtuaku utuk memilih seseorang untukku, oleh karena itu mereka mengenalkanku pada adit, anak seorang teman bapak. Karena sudah terlanjur berjanji akan mencoba untuk menerima siapapun yang mereka pilih aku menyetujui untuk bertemu dan mencoba untuk mengenalnya.

Selama beberapa bulan aku mengenal mereka, aku semakin yakin akan perasaanku. Tapi saat aku menolak lamaran adit, keadaan sudah terbalik, ardian tidak lagi menginginkan aku menjadi bagian hidupnya. Aku tak tahu apakah alasan yang dia berikan adalah benar atau tidak, aku tak tahu. Saat aku menolak adit, banyak yang terluka, mama, bapak, adit, mbak tanti bahkan mungkin yang paling terluka adalah aku. Aku hanya memikirkan dan mengikuti perasaanku tanpa mau peduli perasaan orang lain, tapi apa yang aku dapat??? sekuat apapun aku meyakini perasaanku terhadapnya, toh sekarang dia mengabaikannya. Mungkin ini karma untukku…

Aku ingin sekali melupakan 2 nama itu dalam hidupku. Karena mereka membuat aku pusing. Aku merasakan apa yang adit rasa, aku merasakan bagaimana rasanya diabaikan, mengharapkan sesuatu yang tak pasti, tapi aku juga tak ingin mengabaikan perasaanku, karena hubunganku dengan ardian tak seperti yang aku harapkan. Dengan jelas dia mengatakan tidak mencintaiku, dia mungkin hanya mengganggap aku sekedar teman, seorang teman yang kesepian. Kisah ini bagaikan kisah cinta segitiga yang tak berujung. Jika aku tetap mementingkan perasaanku, ada seseorang yang terluka. Dan jika aku menerima cinta adit, aku sendiri yang akan terluka. Sampai akhirnya aku harus memutus untuk melupakan keduanya, agar tak ada yang merasa menang, agar semua merasakan perih yang sama. Tapi mungkin perih itu hanya untukku dan adit, karena kami sama-sama melibatkan perasaan yang dalam…

Entah apa yang aku harus ku ucapkan dipenghujung kisah ini, maaf atau terimakasih, yang pasti aku mendapatkan satu pelajaran yang sangat berharga dari kisah ini, aku akan mengucapakan 2 kata itu sebagai kata terakhirku. Maaf untuk semua yang secara sengaja atau tidak sengaja terluka karena masalah ini, untuk mama n bapak, maaf jika masalah ini membuat suasana kita sedikit berkurang keharmonisannya, maaf untuk adit yang sangat jelas terluka, maaf untuk ardian karena aku memaksakan sesuatu yang sudah pasti ku tahu itu tak mungkin.

Terimakasih untuk semua yang telah ikut mengukir sebuah kisah ini untukku.

Saat ini aku sedang mencoba untuk mengistirahatkan hati dan pikiranku, aku harus berusaha agar aku tak berkubang lagi pada kisah yang sama dan orang yang sama… walau sulit, aku harus bisa merelakan dan melupakan semua…
Aku ingin menuliskan sebuah puisi sebagai akhir dari kisah ini…

Mencinta…(ku menunggu)

Kadang, Tuhan yang mengetahui yang terbaik
Akan memberi kesusahan untuk menguji kita
Kadang, Ia pun melukai hati kita
Supaya hikmahnya bisa tertanam amat dalam
Jika kita kehilangan cinta..
Maka ada alasan dibaliknya
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti
Namum kita tetap harus percaya
Bahwa ketika ia akan mengambil sesuatu
Ia telah siap memberi yang lebih baik…
MENGAPA MENUNGGU????
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan
Kita tak ingin tergesa-gesa…
KARENA…..
Walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tak ingin sembrono…
KARENA…..
Walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai…
Kita tak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian cinta
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu…
BAGIKU….
Lebih baik menunggu orang yang kita inginkan…
Ketimbang memilih apa yang ada
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai
Ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat
Karena hidupku terlampau singkat untuk dilewatkan bersama
PILIHAN YANG SALAH
Karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius
PERLU KAU KETAHUI
Bahwa bunga tidak mekar dalam semalam
Kehidupan dirajut dalam rahim selama 9 bulan
Cinta yang agung terus tumbuh selama kehidupan ini
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal iman, keberanian dan pengharapan….
Penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan
PADA AKHIRNYA TUHAN…
Dalam segala hikmah dan kasihnya….
Meminta kita menunggu….
KARENA…
Alasan yang penting!!!!!!

"gw dapet ne inspirasi dari seorang sahabat yang udah mo curhat ma gw"
READ MORE - Cinta Gila

Gondoruwo Yang Tak Bisa Jatuh Cinta

| | 2 komentar |
Plaaak… ! sebuah tamparan keras bersarang di pipi wowo yang penuh bulu. pernyataan cinta yang tulus dibalas dengan sebuah tamparan."nyadar dong ! dah ngaca ? " sergah kunti kasar, kemudian berlalu meninggalkan wowo terpaku sendirian.wowo
menatap kunti berlalu dari hadapannya. sebenarnya ia ragu untuk
menyatakan cinta pada kunti. namun ia tak mau menyimpan rasa cintanya
terlalu lama.wowo
yang buruk rupa ingin rasa cintanya pada kunti seperti kisah si cantik
dan si buruk rupa. namun apa daya, kisah cinta di dunia nyata tak
seindah di dunia mimpi.* * *mei 2009"tolong
! tolong !" seorang tuyul berteriak minta tolong sembari meronta-ronta
berusaha melepaskan diri dari cengkeraman seorang dukun tua. namun
dalam sekejap, sang dukun tua mampu membungkam si tuyul dan
memasukannya ke dalam botol kaca."lepaskan
dia!" sesosok makhluk dengan gagah berani muncul di hadapan sang dukun.
namun sang dukun yang menyadari bahwa sosok itu bermaksud menghalangi
tujuannya. dengan serta merta langsung menyerang sosok tersebut.pergulatan
supranatural berlangsung dengan begitu cepat. keduanya sama-sama tak
mau mengalah dan mengerahkan ilmu terbaik yang mereka miliki.setelah
beberapa lama bertarung. sang dukun mendur teratur setelah menyadari
bahwa kekuatan serta ilmunya tak akan mampu menaklukan sosok asing
tersebut."kamu ngga apa-apa?" tanya sang penolong setelah mengeluarkan si tuyul dari dalam botol."makasih om !" si tuyul sangat kaget melihat sosok penolongnya yang sangat menyeramkan."jangan takut. om baik hati dan tidak sombong koq !" ia berkata sembari tersenyum. walaupun ragu namun uyul ikut tersenyum.semenjak
saat itu, uyul semakin dekat dengan wowo, sang penolong. uyul yang
seorang anak yatim sering ditinggal ibunya bekerja. sehingga ia selalu
merasa kesepian. namun kehadiran wowo mampu mengisi kekosongan dalam
hati uyul."omkerja apa sich?" tanya uyul saat ia dan wowo bermain di dekat hutan."om
masih nunggu s.k. jadi sekarang om masih nganggur" jawab wowo. telah
beberapa bulan ia menunggu penempatan dari dinas alam ghaib. namun tak
kunjung datang jua."mama uyul kerjanya jadi penunggu pohon sirsak" ucap uyul bangga sembari menepuk dadanya yang licin.* * *"yul. jangan ganggu! mama lagi kerja" ucap kunti yang sedan duduk di dahan pohon sirsak tempatnya bertugas."uyul mau ngenalin genderuwo yang udah nolongin uyul""tapi bentar aja ya ?!"tak
berapa lama, wowo tiba di tempat kerja kunti. ia sungguh kaget demi
mengetahui bahwa kunti ternyata adalah ibunya uyul. selama mengenal
kunti. ia mengetahui status kunti yang jand beranak satu. namun ia sama
sekali tidak mengenal anak kunti yang ternyata uyul."mau
apalagi kamu?" kunti pun sangat kaget dan marah dengan kedatangan wowo.
kata-kata makian tak henti mengalir dengan deras dari mulut kunti. wowo
hanya diam. baginya percuma menjelaskan kebetulan ini. karena di
pikiran kunti telah terpatri bahwa niat wowo menolong uyul hanyalah
untuk memikat hati kunti."tapi ma . . . " uyul coba membela wowo. namun sulit baginya membantah sang ibu. ia hanya bisa menangis tanpa suara."kamu
ngga pantes buat aku" kemarahan tampak jelas dari raut muka kunti.
"jangan pernag ganggu aku dan uyul lagi!" lanjutnya lagi sambil menarik
tangan uyul dan terbang menjauhi wowo yang sedari tadi tak mampu
berkata-kata.* * *aku tak mengerti. kenapa mama begitu membenci om wowo. padahal om wowo adalah genderuwo yang baik hati."jangan
pernah ketemu dia lagi !" perintah mama saat membawaku terbang. aku tak
berani menanyakan alasannya, karena aku yakin mama tak akan
mengatakannya padaku. mama bahkan tak mengizinkan aku menagisi om wowo.kupandang dengan lekat om wowo dari langit untuk terakhir kalinya. kupersembahkan tetesan air mataku sebagai tanda perpisahan.
READ MORE - Gondoruwo Yang Tak Bisa Jatuh Cinta

Lelaki Dengan Kerinduan Kekasih Hatinya

| | 0 komentar |
Tempat ini kian gelap. Apakah sudah malam? Ah, tidak. Hari belum malam. Tapi, mengapa hitam demikian padu di depan mataku? Aku terus berjalan. Berlari. Anehnya aku masih merasa tetap di tempat.

“Doni, lupakanlah aku.” Tiba-tiba suara itu terdengar. Sayup, pelan sekali. Namun kupastikan aku bisa menerka siapa pemilik suara merdu itu.
Ela, kau Ela kan? Wahai kekasihku, di mana dirimu? Telah sekian lama aku menanti, telah sekian lama pula aku mencari. Kau tahu? Kerinduanku padamu telah menumpuk dalam gudang-gudang waktu. Belum sempat kukirim karena kau hilang begitu saja. Ela, kembalilah. Aku begitu ingin mendekapmu.”

“Sadarlah, Don. itu tak akan mungkin terjadi. Kita tak mungkin bisa bersama lagi.”

“Tapi mengapa, Ela? Mengapa? Apakah kau tak ingin kita kembali seperti dulu? Masih ingatkah, ketika matahari hampir terbenam, kita duduk di atas bebatuan. Menunggu kiriman gelombang dari laut, lalu kita membalasnya dengan sajak-sajak cinta. Menulisnya dengan kasih, dengan sayang. Tapi mengapa? Mengapa sekarang kau pergi? Kau pergi tanpa sepengetahuanku, Ela. Kau tinggalkan aku sendirian di sini. “

“Don, sudahlah. Jangan kau ungkit masa lalu. Lupakan saja. “
“Apa? Lupakan? Setelah hidup seluruhnya kuabadikan untuk menjagamu, nafasku hembuskan untuk tetap bisa menyebut namamu, pun kisah-kisah hanya bercerita bagaimana diriku bertambat di hatimu. Tidak, Ela, aku tak bisa.”

“Don, apa kau tidak tahu, aku tak akan bisa lagi di sampingmu, menyambung kembali benang kenangan kita, menyulamnya jadi harapan, jadi impian yang kau katakan. Tidak, itu tak mungkin. “

“Ela, lama sudah kita tak bersua. Namun rasa rindu masih saja bergelora. Dan seperti dulu, masih seperti dulu, aku menulis penantian dalam kekecewaan yang telah jadi kanvas, tempatku menulis gundah, melukis resah, tempat mendiskusikan segala keluh-kesah, memperdebatkan tentang sebuah pertanyaan, mengapa kita berpisah?”

“Don, cukup! Jangan kau lanjutkan.”
“Ela, di mana kau? Tunjukkanlah wujudmu agar aku bisa melihatnya. Aku begitu ingin mendekapmu, Ela. Aku begitu merinduimu. Kembalilah, Ela, kembalilah!”

Aku terbangun. Rupanya hanya mimpi. Bajuku basah karena keringat. Mengapa Ela tiba-tiba hadir di mimpiku? Ah, malam ini terasa begitu panjang.

Aku keluar dari kamar. Mencari whisky. Perlahan tapi pasti, kureguk minuman haram jadah itu. Aku menikmatinya. Senikmat seorang lelaki yang sedang bersenggama, melepaskan nafsu, mengadu birahi dalam dinginnya malam bersama seorang perempuan yang amat dikasihi atau seorang perempuan simpanan kalau tak ingin katakan pelacur.

Sudah dua botol whisky kuhabiskan. Dalam keadaan setengah mabuk, aku berjalan tanpa tujuan. Badanku terhuyung-huyung. Aku tersungkur. Jatuh. Terlentang di atas lantai. Aku ingin bangun. Tapi tak bisa. Mataku berkunang-kunang. Samar-samar, aku melihat seorang perempuan. Ia berpakaian warna putih. Wajahnya cantik, memiliki sepasang sayap yang indah. Bak bidadari, senyumannya sangat menawan. Kugosok-gosokkan mataku, “Ela?”

“Ya, Don. Aku Ela.”
“Ela, benarkah kau itu?” Ela, mendekatlah, Aku ingin memegang wajahmu.”
Ku coba berdiri. Tak bisa. Kepalaku terasa berat. Aku terus menggapai-gapai selendang putih yang dikenakan Ela di lehernya, pun tak bisa. “Sudahlah, Don. Saatnya kau menyadari bahwa aku sudah pergi.”
“Tidak, Ela. Aku mohon. Apakah tak ada lagi cinta untukku? “
“Don, jika kau tanyakan cinta, ya, aku masih mencintaimu. Tapi itu tak bisa aku jadikan alasan untuk bisa kembali padamu.”

“Ela, aku rindu. Sentuhan sajakmu yang selalu membelai mimpi malamku. Senandung lagumu yang membuat sunyi cemburu pada penantian di hari-hariku, juga suaramu yang telah mengisi imaji hingga kehampaan tak pernah bisa bertandang di benakku. Tapi, Ela, setelah kepergianmu, dan pencarianku pun tak berujung pertemuan, penantian tak menampakkan harapan, membuatku kehilangan Ela. Aku kehilangan. Di laut kenangan kita, aku mati. Terkubur dalam cerita-cerita yang berujung pada perpisahan. Pahamilah Ela, aku pun semakin rapuh bersama rumah rindu yang terus dihujani air mata.”

“Don, simpanlah semua cerita kita. Jadikan ia larik-larik puisi dan janganlah kau mati di dalamnya. Tetaplah jiwamu bergelora segelora puisi yang kau tulis tentang kita. Juga di laut, tempat kita berkirim doa dan harap pada Tuhan. Jangan kau lupakan itu. Tuhan telah memberikan kita kata, kata itu yang telah melahirkan huruf-huruf cinta, di dalamnya telah berhikayat perjalanan kembara kita yang berhasil merangkum rintang, luka, kecewa, air mata dan sengsara jadi kehidupan, jadi sejarah, jadi kita.”

“Tapi Ela, aku ingin menjalaninya bersamamu.” Suaraku makin sayu. Mungkin akibat minuman alkohol tadi. Lalu antara sadar dan tidak, kulihat Ela mendekat. Ingin kugapai, tak sampai. Aku kewalahan.

“Don, percayalah. Aku selalu di sampingmu. Aku tak akan menikam kepiluan, keperihan, juga menusuk jantungmu dengan kelu hingga biru. Aku tak mau kegetiran menyuling cinta kita jadi riwayat kesedihan diceruk impianmu yang berdarah. “

Dengan lamat-lamat, suara Ela menjauh. Semakin hilang. Meninggalkanku dalam sunyi. Sendiri.**
READ MORE - Lelaki Dengan Kerinduan Kekasih Hatinya

“Bangkitlah sahabat”

| | 0 komentar |
Khusus buat kamu sahabat penaku
Aku Mengerti…..
Bahkan aku ikut merasakan kepedihan hatimu sobat
Ketika cinta harus berakhir di persimpangan jalan
Hingga kau anggap semua ini akan berakhir jua…
Lalu…. Apakah dengan air mata semua itu akan kembali
Atau dengan meratapi dan mengenang masa lalu
Membuat jiwamu kembali…..
Lalu akan berapa banyak air matamu kau tumpahkan
Dan berapa lama jiwamu kaubelenggu dengan masa lalu
Bukan….. bukan itu jalan yang terbaik sobat….
Kau harus bangkit…
Kau Harus tunjukan padanya
bahwa kaupun bisa bahagiaTanpa dia…
Aku yakin itu….. kau adalah wanita perkasa
Wanita yang tegar dalam menghadapi ini semua.
Jangan kau tengok kebelakang
Lihatlah kedepan…..
Karena disanalah kau gantungkan semua mimpi mimpi indahmu
Kau gantungkan semua harapanmu….
Hanya satu pintaku padamu sobat….
Lanjutkan hidupmu dengan lebih bijaksana lagi…
READ MORE - “Bangkitlah sahabat”

kata kata mutiara, bijak, lucu, romantis, cinta dan motivasi

| Senin, 14 Juni 2010 | 0 komentar |
====================================================
Agama menjadi sendi hidup, pengaruh menjadi penjaganya. Kalau tidak
bersendi, runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga, binasalah hayat.
Orang yang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat.
====================================================
Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik.
Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.
====================================================
Kawan sejati ialah orang yang mencintaimu meskipun
telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya iaitu baik dan burukmu.
Sabar adalah jalan keluar bagi orang yang tidak
bisa menemukan jalan keluar.
====================================================
Jagalah dirimu baik-baik, usahakanlah kemuliaannya, kerana engkau dipandang manusia bukan kerana rupa tetapi kesempurnaan budi dan adab -Nabi SAW
====================================================
Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.
====================================================
Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin, maka tertipulah dia, dan barangsiapa hari ini lebih jahat dari kelmarin, maka terkutuklah dia.
====================================================
Kumpulan kata-kata mutiara
====================================================
Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan.
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi.
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa
====================================================
Memang amat tinggi letaknya kebahagiaan. Namun kita harus menuju ke sana. Ada orang yang berputus asa berjalan ke arahnya lantaran disangkanya jalan ke sana amat sukar. Padahal mudah, kerana ia dimulai daripada dirinya sendiri -Said Mustafa
====================================================
Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat mewujudkan perselisihan.
Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan.
Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan.
Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkati.
====================================================
Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Pengawal peribadi yang paling waspada DIAM. Bahasa yang paling manis SENYUM. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK.
====================================================
Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan. Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan pula menentukan kejayaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan.
====================================================
Kekayaan bukanlah satu dosa dan kecantikan bukanlah satu kesalahan. Oleh itu jika anda memiliki kedua-duanya janganlah anda lupa pada Yang Maha Berkuasa.
====================================================
Kumpulan kata-kata mutiara
====================================================
Kegembiraan ibarat semburan pewangi, pabila kita memakainya semua akan dapat merasa keharumannya. Oleh itu berikanlah walau setitik kegembiraan yang anda miliki itu kepada teman anda.
====================================================
Penglihatan itu sebagai panah iblis yang berbisa, maka siapa yang mengelakkannya kerana takut padaKu, maka Aku akan menggantikannya dengan iman yang dirasakan manisnya dalam hati…
====================================================
Orang yang berkhianat selalu terhina. Kebahagiaan adalah haruman yang tidak boleh kamu semburkan kepada orang lain tanpa kamu sendiri mendapat beberapa titisan daripadanya -Emerson
====================================================
Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. Jika anda rasa ianya menyakitkan, fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga Nilai manusia adalah semahal nilai matlamatnya. – Marcus Aurelius
====================================================
Kepada kawan – Kesetiaan
Kepada musuh – Kemaafan
Kepada ketua – Khidmat
Kepada yang muda – Contoh terbaik
Kepada yang tua – Hargai budi mereka dan kesetiaan.
Kepada pasangan – Cinta dan ketaatan
Kepada manusia – Kebebasan
====================================================
Berfikir itu cahaya, kelalaian itu kegelapan, kejahilan itu kesesatan dan manusia yang paling hina ialah orang yang menganiaya orang bawahannya.
====================================================
Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat – Khalifah Abdul Malik bin Marwan
====================================================
Jangan tanya apa yang dibuat oleh negara untukmu, tapi tanyalah apa yang
boleh kamu buat untuk negara -Abraham Lincol
====================================================
Ciri orang yang beradab ialah dia sangat rajin dan suka belajar, dia tidak malu belajar daripada orang yang berkedudukan lebih rendah darinya – Confucius
====================================================
Setiap orang dapat mencapai kejayaan dalam hal apa saja, asalkan ia sangat menyukai pekerjaan yang dilakukan.
====================================================
Orang yang berbohong itu sentiasa ingin melarikan diri sedangkan tiada seorang pun yang mengejarnya namun orang yang benar itu berani seperti singa -Goethe
====================================================
kata kata mutiara, kata-kata bijak, lucu, romantis, cinta, islam dan motivasi
====================================================
Barangsiapa membawa berita tentang orang lain kepadamu, maka dia akan membawa berita tentang dirimu kepada orang lain.
====================================================
Jangan memberi makanan kepada orang lain yang anda sendiri tidak suka memakannya.
====================================================
Agama tidak pernah mengecewakan manusia. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan agama.
====================================================
Setiap bunga mawar pasti ada durinya. Dari kesusahan itu akan diperolehi kesenangan dan kebahagiaan, seperti durian berduri kerana sedap isinya, kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya dan bunga ros berduri kerana harum baunya
====================================================
Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik,
mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
====================================================
Fikirkan permusuhan kita akan dimusuhi, fikirkan kebencian, kita akan dibenci. Tetapi sekiranya kita fikirkan kasih maka kita akan dikasihi. Ini adalah undang-undang alam. Kita menjadi seperti apa yang kita fikirkan
====================================================
Kumpulan kata-kata mutiara 2010
====================================================
Membalas kebaikan dengan kejahatan adalah perangai yang serendah-rendahnya. Membalas kejahatan dengan kejahatan, bukanlah perikemanusiaan. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal biasa. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah cita-cita kemanusiaan yang setingginya. Kita harus sanggup hidup untuk memberi cita-cita itu bertumbuh.
====================================================
Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. Jika anda rasa ianya menyakitkan, fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga
====================================================
Tiada siapa yang paling pandai dan paling bodoh di dunia ini kerana setiap yang pandai itu boleh menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu boleh menjadi pandai
====================================================
Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya.
====================================================
Saya percaya, esok sudah tidak boleh mengubah apa yang berlaku hari ini, tetapi hari ini masih boleh mengubah apa yang akan terjadi pada hari esok.
====================================================
Memaafkan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Tetapi hanya dengan memberi memaafan kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. maaf yang diberi secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi
====================================================
Kumpulan kata-kata mutiara 2010
====================================================
Kasihkan manusia lepaskan dia kepada pilihan dan keputusannya kerana di situ tanda kita gembira melihat insan yang kita sayangi beroleh bahagia
====================================================
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu.
====================================================
Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
====================================================
Orang bijaksana tidak sesekali duduk meratapi kegagalannya, tapi dengan
lapang hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritainya.
====================================================
Pandanglah segala sesuatu dari kacamata oranglain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula.
====================================================
Jembatan menjadi penghubung antara dua buah kampung, perkahwinan menjadi penghubung antara dua insan dan anak menjadi penghubung antara ibu dan ayah
====================================================
Pemimpin yang berjaya ialah orang yang boleh mengawal komunikasi dengan orang yang lebih atas daripadanya dan boleh mengawal komunikasi dengan orang yang lebih bawah daripadanya.
====================================================
Sesiapa yang tidak pernah merasai kepahitan tidak akan mengenal kemanisan. Dunia ini ibarat pentas. Kita adalah pelakonnya. Maka berlumba-lumbalah beramal supaya hidup bahagia di dunia dan akhirat.
====================================================
READ MORE - kata kata mutiara, bijak, lucu, romantis, cinta dan motivasi

Persahabatan

| | 0 komentar |
Dingin menggigit. Pepohonan meringis tertutup kabut tipis. Rumah-rumah monyong memperlihatkan kelesuannya karena telah terpukul hujan seharian. Aneka sampah : plastik, daun, ranting tua, batang pohon, lumpur, mengapung di jalanan terbawa oleh air dari selokan. Hujan lebat sejak pagi, baru reda selepas Isya. Lampu-lampu lima watt kerlap-kerlip enggan menyinari kegelapan. Tapi langit cerah bertabur gemintang. Sebuah meteor melintas melepaskan semburannya di langit kelam. Setelah hujan seharian. Memang, jika dipikirkan lebih mendalam, bagi orang yang mau berpikir jernih sebentar saja, betapa, alam selalu tampak indah dalam keadaan apa pun.

Dua orang lelaki, petugas ronda, Sur dan Yos duduk-duduk di tepi pos ronda. Di depan pos ronda api berkobar menari, membakar dingin dengan hangatnya. Di pinggirnya, tergolek jagung bakar yang masih mengepulkan asap. Juga ada ubi bakar. Mereka begitu lepas mengunyah makanan yang biasa di makan oleh para petugas ronda malam. Dua gelas kopi panas membunuh kantuk yang suntuk. Mereka masih berada di dalam balutan sarung murung karena basah oleh kelembaban.

Selidik punya selidik, mereka sedang membicarakan Roy, seorang calon wali kota.

“Betapa, kita sangat mendambakan terpilihnya seorang pemimpin yang benar-benar pemimpin.” Kata Sur.

“Hhh… Betapa, kita tidak akan menemukannya. Mulut sering berbeda dengan tingkah. Betapa, kita telah banyak keliru dalam menilai seseorang…”

“Tapi… Roy lain, kawan.”

“Lain?”

“Ia teman kita. Pernah satu kampung dengan kita. Satu permainan ketika masih kecil. Ah, beruntung sekali, ia punya orang tua kaya raya, dikuliahkan, dan sekarang… berani mencalonkan diri menjadi walikota. Bukankah Kita sering mendengar dan membaca berita di koran-koran, ia selalu basah kuyup kehujanan, membawa beberapa bungkus sembako yang akan dibagikan kepada orang-orang kurang mampu?. Ia sungguh calon walikota yang pantas kita pilih, betul?”

“Ha..ha..ha.. kenapa pula si Roy berani mencalonkan diri menjadi walikota. Yang aku khawatirkan bukan dia, tapi istrinya. “

“Heh, kamu terlalu khawatir, kawan. Zaman sudah berubah. Wanita-wanita sudah modern!”

“Ayo kita keliling dulu. Cuaca seperti ini bisa dimanfaatkan oleh maling sialan!”

Lantas, mereka berkeliling patroli ke pinggiran perkampungan. Sepanjang keliling Yos memukul kentongan dengan irama dan ritme yang sama. Mereka juga berbincang macam-macam. Sur menganggap pemerintah sering memperlihatkan tindakan-tindakan aneh, bodoh dan membodohkan, juga mengada-ada.

“Apa benar, seperti itu, kawan?” Tanya Yos.

“Buka mata, dong!” Sur mendelik. “Jangan sok bodoh. Pemerintah telah menjadi orang yang merasa paling benar. Setuju? Tempo hari, rumah kita ditempeli nomor, harus bayar tujuh ribu, gila bukan? Siapa yang suruh? Tidak ada undang-undangnya itu…”

“Tapi… kau membayarnya, bukan?”

Sur mengangguk. Cemberut.

“Ha..ha..ha..!”

“Ha..ha..ha..!”

“Kenapa..?!”

“Tentang ketololan kita..”

“Ha..ha..ha.. Aku berutang kepadamu, kawan.”

“Tentang?!”

“Kejujuran… Kejujuran itu…”

“Heh, berapa rupiah akan kamu bayar?”

“Aku akan membayarnya dengan kepercayaan. Percayalah kepadaku, tidak akan kuceritakan obrolan kita ini kepada Pak Lurah juga kepada para pegawai kelurahan lainnya. Kamu aman, kawan!”

Anda pasti bisa menerka. seketika juga tubuh Sur yang besar dan gagah itu mengecil, kepalanya menunduk lesu, wajahnya perot tiada ampun. Beberapa menit lalu, ia yang tampak gagah berani itu telah berubah menjadi hewan dungu, mengibas-ngibaskan tangan tak karuan. Betapa… sebuah kepercayaan telah menikam dirinya.

“Aaku…Ppercaya…K..kepadamu, kawan!” Ucap Sur rintih, terbata-bata.

***

“Ayo Roy, lemparkan bolanya!” anak kecil itu basah kuyup. Bajunya penuh lumpur.

“Ini Sur!” Roy melemparkan bola ke arah Sur. Ditengah guyuran hujan, Sur menggiring bola. Lawan-lawanya lebih kecil ukuran badannya, tak berani menjegalnya dari depan. Ia tinggal berhadapan dengan penjaga gawang lawan. Kemenangan sudah didepan mata. Ketika bola akan ditendang, seorang pemain lawan menjegal Sur dari belakang. Berani betul dia! Pikir Sur. Ia jatuh telungkup diatas lapangan merah yang tergenang air.

“Kau curang!” Roy dan kawan-kawannya menghampiri si penjengal. Mereka mendorongnya. Terjadinya keributan kecil. Beberapa penonton merasa terusik.

“Mau berkelahi? Jangan disini, sana diatas ring tinju!” Bentak Pak Siru, wasit yang meminpin pertandingan bola sepak. Anak-anak takut kepadanya, ia seorang tentara. “Ayo lanjutkan!”

“Kita dirugikan!” Kata Roy seusai pertandingan.

“Dasar Pak Siru, berat sebelah!” Kata teman-temannya.

“Pantas saja berat sebelah, dia kan pamannya si Bun.”

“O, pantas si Bun itu berani mengganjalku.”

Mereka membersihkan diri di kolam milik Wak Haji Kusmin. Pikir mereka, Wak Haji Kusmin yang galak itu mana berani hujan-hujanan mengejar mereka. Tangan jahil anak-anak pun menyambara beberapa buah jambu kluthuk di pinggir kolam. Air kolam semakin keruh. Mereka mandi sambil salto-salto. Esoknya, Wak Haji Kusmin memberitahukan perbuatan anak-anak usil itu kepada orang tua mereka. Roy dijewer telinganya oleh bapaknya. Sur dipukul kakinya. Semua mendapat balasan yang setimpal atas perbuatanya.

***
Sudah pasti dia akan selalu mengingatku! Pikir Sur. Mana mungkin si Roy melupakan masa kecilnya. Dia sering tidur bersamaku. Aku begitu yakin, dia akan selalu mengingatku, bahkan bisa jadi selalu mengenang masa kecil itu.

Sur bergegas memotong jalan. Langit sudah mulai memperlihatkan kesedihannya. Di dalam batok kepalanya tersimpan Mun, istrinya yang dirawat di rumah sakit. Butuh biaya sekitar empat juta, Mun harus dioperasi, tumor menyerang payudaranya. Kambing peliharaannya ia jual, tapi terlalu murah untuk biaya operasi. Ia sempat meminta bantuan kepada Yos. Apa boleh dikata, kondisi Yos akhir-akhir ini sedang pailit. Sudah dua minggu pabrik batakonya tidak berproduksi. Yos selalu menggunakan uangnya untuk mencicil kreditan motor.
Yang ada dalam pikiran Sur adalah Roy, teman kecilnya yang telah menjadi seorang walikota.

Ah, mana mungkin si Roy melupakan teman baiknya. Tapi… Bagaimana kalau dia telah lupa? Tidak… dia bukan pelupa! Sur memastikan.

Di depan rumah dinas ia tertegun. Keberanian itu mulai luntur. Ia takut sekedar untuk menapaki halamannya sekali pun. Jangan-jangan… dia sudah tidak mengenalku? Bukankah sudah sekitan lama aku tidak bertemu dengannya, sejak dia pindah ke Jakarta? Sur gamang. Tapi, istriku?

Kakinya menginjak halaman rumah penuh keraguan. Hari itu telah sore. Halaman rumah dinas begitu asri dengan beberapa bunga warna-warni. Sebuah mobil mewah mengkilap menertawakan sikap Sur. Beberapa menit lamanya, Sur tertegun di depan pintu. Ia takut sekedar untuk mengetuknya.

Lebih baik aku urungkan saja! Batin Sur. Tapi ia mengetuk pintu juga, pelan sekali, tanpa ritme yang pasti, tangan Sur penuh gemetaran.
Seorang lelaki, tua, tapi wajahnya sopan menandakan bahwa ia seorang halus, tidak senang berdebat, membuka pintu.

“Ada apa, pak?”

“Pak walikota ada?” Di dalam hatinya Sur mengharapkan… Roy tidak ada.

“O, ayo silahkan masuk, pak!” orang itu membimbing Sur memasuki rumah dinas. “Tunggu sebentar, saya akan panggil dulu bapaknya!”
Betapa besar ruangan dinas. Perabotan lengkap, tertata secara apik dan bersih. Tidak ada sebutir debu pun menempel. Sur… begitu kecil didalamnya.
***

“Pakai saja pensilku, Sur!” kata Roy sambil memberikan sebuah pensil.
Tanpa pikir panjang Sur langsung menyambarnya. Sebentar lagi bel tanda masuk akan berbunyi. Ulangan umum siap mereka hadapi.
Di hari perpisahan kelas Sur baru bisa mengembalikan pensil milik Roy.

“Ini pensilmu. Maafkan, aku baru bisa mengembalikannya hari ini!”

“Kamu ini… ada-ada saja.” Mereka berangkulan. “Terima kasih Sur. Selama ini kita sudah saling memperhatikan…”

“Selanjutnya, kamu mau kemana, Roy?”

“Aku akan pergi ke Jakarta, tinggal bersama kakak. Melanjutkan sekolah disana.”

“Wuihh… hebat kamu ini Roy. Kakakmu kerja kantoran, ya?”

“Entahlah.” Roy menggeleng. “Kamu sendiri, bagaimana?”

“Aku rasa kemampuan orang uaku sudah cukup menyekolahkan aku sampai SMP ini. Tapi… siapa tahu, bukankah manusia selalu memiliki rencana?!”

Sejak saat itu mereka berpisah. Tidak pernah bertemu lagi.
***

Roy didampingi oleh seorang wanita berjalan agak lambat. Ia memakai kimono. Wajahnya terlihat mulai kusut. Tampaknya kelelahan. Ada rasa kantuk terpancar di kedua kelopak matanya.

Sudah tiga puluh tahun lebih Roy! Pikir Sur.

Roy bersama istrinya duduk di atas sofa berhadapan dengan Sur.

“Ada keperluan apa, pak. Sore-sore begini menemui saya?” Tanya Roy sambil merentangkan tangannya ke sandaran sofa.

“Roy… aku mau minta bantuan!” Bisik Sur dalam hati. Tapi ia tidak sanggup mengucapkannya. Ada istri Roy. “Ssaya mau menjual sebidang tanah, pak wali!” Itu keluar dari mulutnya. Hhh… benar juga, kau sudah tidak mengenali aku lagi Roy. Memang sudah terlalu lama. Tiga puluh tahun lebih, sejak perpisahan itu. Segalanya telah berubah! Pikir Sur.

“Ha..ha..ha.. pak..pak.. ada-ada saja, bapak ini!” Roy melirik kepada istrinya. “Mah, tolong ambilkan dompet bapak di kamar..!” istrinya bergerak. Sedangkan Roy menatap wajah Sur. Ia melirik-lirik, kemudian berkata, “Ha..ha..ha.. sudah tiga puluh tahun lebih ya, Sur?”

“Apa?!” Sur kaget.

“Ah, kau mulai pikun rupanya..” kata Roy kereng. “Sur.. Sur… kamu masih seperti dulu. Dasar kamu ini!” Roy menepuk bahu Sur.

O, Tuhan ternyata dia masih mengenaliku. Gumam Sur dalam hati.
Istri Roy datang.

“Mau kamu jual berapa sebidang tanah itu, pak?” Tanya Roy seketika wajahnya berubah.

“Bukan itu maksud kedatanganku ke sini, Roy..” Sur tidak mengucapkannya, ia menatap istri Roy, ia tidak mau mengecewakan Roy.

“Sepuluh are, pak!”

“Ya, sudah. Besok salah seorang pegawaiku akan datang ke rumahmu. Hmm… sepuluh juta, bagaimana? Dan ini uang mukanya, dua juta rupiah. Cukup kan?” Roy memberikan uang kepada Sur. “Ayo mah!” Roy dan istrinya meninggalkan Sur, hilang di balik pintu. Ketika Sur masih duduk melongo sambil memegang dua gepok uang, masing-masing sebesar satu juta.

Sur meninggalkan rumah dinas, lesu, ia mengusap wajah, sampai beberapa kali.

Esok harinya, istri Sur jadi di operasi. Sebidang tanah, tabungan di masa depan itu telah dilunasi oleh salah seorang pegawai Roy. Ditangannya, Sur memegang uang sisa operasi sebanyak enam juta.
Malamnya, Yos datang ke rumah Sur mau meminta bantuan. Yos perlu tambahan modal untuk mengembalikan kegiatan perusahaannya, memproduksi batako. Uang, sebesar lima juta rupiah. Sur memberikannya kepada Yos. Tidak… aku tidak mau kehilangan segalanya. Minimal persahabatanku dengan Yos…! Pikir Sur.

“Ini ambil… Kamu merupakan hartaku ,kawan!”

Yos mengambil uang yang tergeletak di atas meja.

” Hmm… betapa sulitnya bagi kita hanya sekedar untuk memiliki pemimpin yang benar-benar pemimpin, ya?” Kata Yos.

” Ya… tapi Roy, lain kawan!”

” Lain?”

” Dia sahabat kita, sejak kecil. Jangan pernah melupakan itu!”
READ MORE - Persahabatan

Dia Itu Sahabatku

| Sabtu, 15 Mei 2010 | 0 komentar |
Seminggu yang lalu ada seorang lelaki yang sedang berjalan sendiri melangkahkan kakinya di hamparan jalan yang berdebu. Terlihat di matanya setetes air mata yang berlinang dan seakan akan jatuh ke bumi, entah apa yang sedang dipikirkannya. Tak ada satu katapun diucapkannya, ia hanya berjalan dan berjalan tanpa suatu kepastian.


Aku lalu mendekati lelaki itu dengan penuh rasa ingin tahu. Aku bertanya padanya kenapa ia mengangis dan berjalan dengan lamun pikirannya. Tapi ia tak menjawab, aku lalu bertanya lagi dengan nada yang sedikit memaksa.

Ia hanya diam menatap ku, mungkin ia terkejut melihat seorang yang tak ia kenal bertanya kepadanya. Tapi aku tak peduli karena aku seakan mengerti apa yang dirasakannya. Perlahan ia bangkit dari diamnya dan berkata "aku...aku kini mengerti...".

Aku semakin bingung apa maksudnya, aku kemudian melihat dirinya yang seakan ingin berlari ke tengah jalan yang sedang ramai. Tanpa pikir panjang aku mengejarnya dan meraih tangannya, kutarik tangan itu dengan segenap kekuatan yang kumiliki.

Tapi ia kemudian marah dan kesal dengan apa yang telah kulakukan, seakan ia tak ingin aku menyelamatkan dirinya dari maut yang sudah mengincarnya. "Apa kamu sudah gila!!!", kataku padanya sambil berteriak. Ia lalu terduduk, diam dan diam...

Matanya menatap ke arah langit yang sedang meredup, perlahan ia lalu bercerita dan berkata kepada diriku. "Aku dulu adalah seorang yang bahagia", katanya. Kemudian ia melanjutkan ceritanya kepadaku.

Aku sangat bahagia dengan apa yang kumiliki, tak ada seorangpun yang bisa merebut senyum yang selalu terpancar di wajahku. Walaupun aku tak memiliki seorang pacar tapi aku tetap merasa senang karena aku merasa memiliki seorang teman yang selalu menemani hari-hariku. Temanku itu sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri.

Hari itu kami jalan ke sebuah mal di kota tempat kami tinggal, aku melihat seorang cewek yang menarik bagiku. Temanku lalu menyuruh aku untuk berkenalan dengan dia. Awalnya aku malu, tapi setelah sahabatku memaksa dan terus memaksa, akhirnya aku memberanikan diri untuk berkenalan.


Tapi cewek itu seakan tak menganggap diriku, ia hanya cuek dan terus berjalan tak menanggapiku. Aku pun kembali ke tempat temanku sambil sedikit tersenyum dan berkata "udah biasa sob, mana ada cewek yang mau ama gue, hahaaha...". Temanku lalu tersenyum kepadaku, o ya nama teman ku itu adalah Meta. Ya sahabatku itu adalah seoarang wanita, yang selalu setia mendengar keluh kesah yang kurasakan.

Beberapa hari dari kejadian itu, seakan Meta selalu ingin mencarikan seorang pacar untuk aku, tapi tetap saja semua cewek yang ia kenalkan kepada ku selalu menolak saat akan berkenalan dengan aku. Mungkin karena wajahku yang jelek dan pas-pasan.

Namun aku tetap merasa senang karena aku masih memiliki seorang sahabat seperti Meta, seorang sahabat yang cantik, baik, dan perhatian. Tapi walaupun demikian tak pernah terlintas di otakku ingin memiliki dia sebagai pacar. Dan aku tahu aku tak pantas untuk menjadi cowoknya karena aku tak layak untuk dirinya.

Semakin lama aku menemani dia, semakin besar rasa yang kurasakan, entah apa itu. Aku merasa bila dia tak ada disampingku, aku merasa sepi dan gundah, apa aku jatuh cinta kepadanya?. Tapi ia seakan tak menyadari apa yang kurasakan dan terus menjodohkan aku dengan teman-teman ceweknya, aku hanya tersenyum ketika melihatnya menatap mataku.

Hari itu aku sedang memetik gitar dengan alunan nada yang indah, tiba-tiba handphone ku berdering dengan kerasnya, ketika kujawab ternyata dari sahabatku Meta. Aku sangat senang menerima telephone darinya. Tapi ketika kujawab, kudengar suaranya serak seakan sedang menangis. Aku lalu bertanya kepadanya, dia hanya menjawab dengan sebuah kalimat "aku akan pergi...".

Aku bingung, aku lalu mengambil kunci mobilku dan bergegas menuju rumahnya, Ketika aku tiba di rumahnya, aku tak melihat mobilnya disana. Aku lalu mengetuk pintu rumahnya, dan hanya seorang penjaga rumah yang menyambut kedatanganku. Ia lalu mengatakan padaku bahwa Meta dan papanya barusan berangkat ke bandara karena akan pindah ke luar negeri.

Tanpa pikir lagi, aku menuju ke bandara walaupun aku tak tahu ia akan kemana dan naik pesawat apa. Setiba disana aku kemudian berlari menuju pintu keberangkatan, dari kejauhan mataku menatap sosok Meta yang sedang berdiri diam dan menunggu di depan pintu keberangkatan.

Kulangkahkan kakiku, kuberlari dan kuberteriak memanggil namanya. Meta!!!...aku yakin dia mendengar suaraku, ketika aku sampai di depan pintu keberangkatan, aku tak melihat sahabatku itu. Aku terus mencari dengan air mata yang berlinang di mataku, tapi tetap tak kutemui. Aku terus berteriak dan berteriak, Meta!!!...Meta!!!...

Tak ada yang menjawab, hanya orang-orang yang menatap diriku dan berpikir bahwa aku sudah gila!. Aku terduduk di lantai yang dingin itu, tak kusadari air mata mengalir dari pipiku jatuh ke bumi seakan terbang bersayap.

Tapi dalam tangisku itu aku terus memanggil nama Meta dan perlahan berkata "aku cinta kamu Meta, aku cinta kamu...". Baru kusadari bahwa cinta yang telah lama kucari selama ini ternyata selalu ada di dekatku, tapi aku tak pernah menyadarinya hingga ia pergi meninggalkanku.

Sampai saat ini aku ga pernah lagi ketemu dengan sahabatku itu, itulah yang membuat aku merasa sedih seperti sekarang ini. Walaupun waktu sudah berjalan hampir satu tahun semenjak dia pergi dari hari-hariku tapi aku ga pernah melupakan dia. Senyumnya, tawanya dan candanya selalu terbayang di ingatanku.

Mendengar cerita dari laki-laki ini, aku terdiam dan kemudian bertanya padanya "memang kamu ga pernah dihubungi oleh Meta itu?". Ia lalu menjawab, "dia pernah sekali mengirimkan sms ke hp ku, katanya sekarang dia lagi di bandung".

"Loh bagus donk, kan kamu bisa ketemu dengan dia", kataku kepada lelaki itu. "Ya memang aku bisa bertemu dengan dia sekarang, tapi untuk apa aku bertemu dengan dia kalau cuma akan menyakiti", jawabnya.

Ia lalu memperlihatkan isi sms yang dikirimkan oleh Meta kepada laki-laki itu...isinya seperti ini.
Hallo Doni, gimana kabarnya?...aku lagi ada dibandung nih, o ya datang ya ke pesta ulang tahun aku ntar malam, o ya nanti malam sekalian aku kenalin kamu ke pacar aku hehehe...gimana kamu udah dapat cewek blum?, jangan jomblo mulu donk, malu ama umur huhuuhuh...


Ternyata nama laki-laki itu adalah Doni, aku kemudian berkata padanya setelah membaca isi sms itu "aku tahu kamu cinta dia, dan aku tahu seperti apa sakit yang kamu rasakan, mungkin aku ga berhak memberikan pendapat karena kamu pasti mengira bahwa aku ga pernah mengerti sedih yang kamu rasakan saat ini, tapi percayalah...jalan satu-satunya dan yang terbaik adalah kamu datang ke pesta ulang tahunnya dan katakan bahwa kamu cinta dia, apapun keputusannya kamu harus menerimanya...aku bakal nemenin kamu ntar malam kalau kamu mau...".

Doni awalnya diam dan kemudian perlahan menjawab "mungkin kamu benar,,,ok ntar malam kamu temenin aku ya...", jawabnya sambil tersenyum.

Ketika malam datang, Doni telah menungguku di tempat kami bertemu tadi, dengan dandanan yang rapi dan gagah dia mendatangiku dan langsung mengajakku untuk naik ke mobilnya, tanpa menunggu lagi kami langsung berangkat menuju ke rumah Meta.

Terlihat suasana yang sangat ramai dan meriah di sana. Doni terlihat ragu ketika akan melangkah ke dalam rumah itu, tapi aku terus memberikan semangat kepadanya. Kemudian ia memberanikan dirinya untuk masuk, ia lalu menunjukkan kepadaku Meta seorang sahabat dan seorang gadis yang sangat dicintainya.

Aku melihat sosok Meta itu sangat cantik dan menarik, senyumnya seakan membiusku. Aku lalu membisikkan kepada Doni untuk memberikan kado yang sudah dipersiapkannya kepada Meta, dan jangan lupa untuk mengatakan bahwa kamu cinta dia.

Namun ketika Doni akan melangkah ke arah Meta, tiba-tiba terdengar suara pembawa acara, kita sambut Meta yang akan menyanyikan sebuah lagu. Mendengar suara tersebut, Doni berhenti melangkah dan terdiam. Meta lalu bernyanyi dengan suara yang indah dan membuat seluruh tamu terpana, di akhir lagunya ketika Meta selesai melantunkan sebuah lagu, ia lalu berkata, lagu ini untuk seorang yang sangat aku sayangi.

Para tamu yang hadir kemudian berteriak "Huuuu...siapa tu!!!"...Meta melihat seorang lelaki yang wajahnya terlihat bukan dari negara kita, mungkin ia adalah cowok yang dikenal Meta di luar negeri sana.

Setelah Meta bernyanyi, papa Meta pun berjalan ke arahnya dan menyampaikan beberapa kata, aku terkejut ketika mendengar kata-kata papanya, "hari ini Meta akan memperkenalkan seoarang cowok yang sangat dicintainya, dan hari ini juga saya akan meresmikan hubungan mereka dengan pertunangan.

Aku menatap ke arah Doni, terlihat tatapan kosong di matanya...aku tahu apa yang ia rasakan. Meta lalu berkata melalui sebuah mikropon yang digenggamnya, "hari ini saya akan memperkenalkan seorang cowok yang sangat saya cintai, berhubung papa saya memaksa saya untuk langsung saja tunangan dengan cowok itu hehehe...tapi kan ga bisa maksa juga, kali aja tu cowok ga suka dengan aku...", kata Meta sambil tertawa.

Ketika Meta sedang berbicara, seoarang cowok bule tadi berjalan ke arah Meta, "apakah cowok itu yang Meta maksud?", tanyaku dalam hati. Melihat hal ini, Doni datang ke arahku dan berkata padaku, "ayo kita pulang, ga ada gunanya kita disini...".

Tapi tiba-tiba ketika kami akan berjalan keluar rumah itu, aku mendengar Meta berkata "benerkan ga bisa maksa untuk tunangan hari ini, kali aja tu cowok ga nerima aku untuk jadi tunangan dia, buktinya dia ga datang malam ini". Aku semakin bingung mendengar kata-kata Meta,,,dan aku terdiam sejenak di sana walaupun Doni terus melangkah ke arah mobilnya.

Karena sudah tak tahan lagi, aku lalu memberanikan diri berteriak "memang siapa cowok itu!!!". mendengar kata-kataku para tamu yang hadir pun ikut berteriak memaksa "Ya...Siapa!!!"...

Meta lalu terdiam sejenak dan perlahan berkata "dia itu sahabatku...Doni....". Mendengar perkataan Meta aku langsung berlari ke arah Meta berdiri dan menghampirinya, kemudian aku berkata "Doni datang kok,,,dari tadi dia pengen...". Belum selesai aku bicara, Meta langsung memotong kata-kataku , "mana Doni?...kamu siapa?!!!...jangan bohong ah!!!", kata Meta dengan wajah yang penasaran. "Kamu ga perlu tahu aku siapa, yuk ke tempat Doni...".

Aku lalu menarik tangan Meta ke tempat mobil Doni diparkirkan, ketika aku dan Meta sampai disana, kami tidak melihat Doni, hanya sebuah kado yang terletak disana. Meta lalu mengambil kado itu dan membaca kata-kata yang ditulis Doni,,,
Tia selamat ulang tahun ya...semoga kamu panjang umur dan selalu bahagia, o ya hari ini aku sangat senang bisa melihat kamu, walaupun aku ga bisa mengungkapkan apa yang aku rasakan,,,tapi aku bahagia kok, karena kamu sudah memiliki seorang pilihan dan akan tunangan...

Membaca tulisan itu, air mata Meta seakan berjatuhan tanpa henti...ia kemudian memeluk kado itu dengan segenap hatinya. Lalu ia berjalan sambil menangis ke dalam rumahnya, para tamu sangat bingung melihat Meta, papa Meta langsung memeluk Meta yang sedang menangis itu. Terlihat suasana sangat mengharukan...

Tapi ketika kesunyian sedang menyelimuti saat itu, terdengar suara nyanyian seorang laki-laki dengan petikan gitar yang memecah kesepian. Seakan aku mengenal suara itu, semua orang disana menatap arah suara yang merdu itu, lantunan nada-nada indah terdengar ketika itu. Setelah ia selesai bernyanyi, ia berkata "lagu ini untuk orang yang sangat aku cintai...dia itu sahabatku...".

Wah ternyata itu Doni, teriakku dalam hati. Meta langsung berlari ke arah Doni dan langsung memeluknya. "Maafin aku Doni...", kata Meta kepada Doni. "Kamu ga salah kok, aku aja yang ga pernah berani untuk mengakui kalau selama ini cewek yang aku cari itu adalah kamu...", jawab Doni. Meta lalu tersenyum menatap wajah Doni. Semua terdiam, tak ada sedikitpun suara yang terdengar...

Hingga ketika Doni berkata "Aku cinta kamu Meta", kata Doni yang kemudian mengecup kening Meta dengan indahnya. Aku pun seakan tak bisa berkata, tak ada sebuah kata yang mampu kuucapkan. "Aku juga cinta kamu Doni...", jawab Meta dengan perlahan yang kemudian memeluk tubuh Doni.

Terdengar riuh tepuk tangan para tamu yang hadir, aku melihat ke arah papa Meta, ia meneteskan air mata dari matanya yang sangat memerah.

Mungkin inilah takdir yang sudah dituliskan oleh yang maha kuasa, di mana cinta tak akan pernah hilang bila manusia tersebut benar-benar menginginkannya...

“Cerita ini gw tulis, dari seorang sahabat gw yang udah lama ngak pernah ketemu ma gw. Yaa.. meskipun agak sedikit ngelantur ceritanya yaa.. namanya juga usaha hahaha… maklum penulis yang ngak pernah mau di expose jatidiri so.. tunggu cerita cinta gw yang laennya..!!”
READ MORE - Dia Itu Sahabatku

Pagi yang cerah dengan secarik kertas lusuh.

| Kamis, 13 Mei 2010 | 0 komentar |
Matahari mulai beranjak naik dari ufuk timur
Akupun beranjank untuk bangun dari tidurku semalam
Memepersiapkan segala sesuatu untuk menjalani hari ini
seperti biasa, pena dan kertas selalu menemani

meskipun tak ada yang sudi membaca coretan demi coretan
yang aku buat untuk memuja dan menyanjungnya
tapi semua itu hanyalah mimpi kalau coretan ini ingin dibaca
yaa.. sudahlah mungkin semua ini memang mimpi semalam

bait demi bait
syair demi syair
rima demi rima
terukir dalam kertas lusuh yang aku ambil dari kolong meja

berharap bisa di baca dan di mengerti arti dan maknanya
mimpi semalam memang bukan kenyataan tapi hanyalah hayalan
rasa yang ngak pernah terasa tapi tetap terasa
hatiku pun merasa gundah gulana

mungkinkah esok pagi aku masih bisa menulis
di secarik kertas-kertas yang sudah lusuh dan kusam ini
ohh.. Tuhan biarkanlah hamba-Mu ini terus berkarya
meskipun tak ada lagi yang mau menengok atau membacanya

biarkan duka, suka, ataupun gembiraku ini
terukir dalam kertas tak berhalaman ini
walaupun hanya tulisan tapi berarti bagiku
untuk menemani hari-hari yang sudah beku ini
READ MORE - Pagi yang cerah dengan secarik kertas lusuh.

Masukkan email untuk update:

Delivered by FeedBurner

DoDoT_KeCiL_MaSiH_YaNg_DuLu