WeLcOmE CoMrAdE
Save The World Today
____Enjoy Your Live Today *BECAUSE* Yesterday Had Gone And Tomorrow May Never Come____
continue like this article, although the road is full of obstacles and temptations
Tampilkan postingan dengan label Lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lucu. Tampilkan semua postingan

Antara Kanan dan Kiri

| Senin, 26 Desember 2011 | 0 komentar |
"Aduhh.., bagaimana ini Nan..??"

"Bagaimana apanya Ri..??"

"Hemmhh.., kamu ini Nan..!! Kalau diajak ngomong tu ngaa pernah nyambung blabar pisan, atau kamu pura-pura ngaa paham yaa..??"

"Bukan aku ngaa paham Ri, tapi kan aku udah bilang berkali-kali. Sabarr.., siapa tau nanti kita ada Rizki yang tak di duga-duga baru kita beli alat itu."

"Sabar..!! sabar.. itu kan ada batanya Nan, kan kamu sendiri yang pengen beli alat itu."

Hari demi hari siang dan malam, Otak Kanan dan Otak Kiri ku selalu berdebat, memepermasalahkan untuk membeli alat yang menurutnya sangat penting, yaitu Laptop. Otak Kanan yang memiliki sifat sabar, selalu di pengaruhi oleh Otak Kiri ku yang sifatnya bertolak belankang dengan Otak Kanan. Terkadang aku sampai pusing tujuh keliling, merasakan dan mendengar keributan mereka berdua, yang membuat konsentrasiku bubar. Namun, tidakku naifkan juga. Dengan ketidakadaan mereka berdua, jiwa ini akan terasa hampa dan sepi tanpanya. Hemmhh.. entahlah kawan, aku terkadang tak paham dengan mereka. Tuhh.., kan mereka mulai ribut lagi..!! 

"Ahaa..!!" Otak Kiri pekik si Kiri, pertanda dia memiliki sesuatu ide.

"Apaan Ri, bikin kaget orang saja..!!" gerutu Kanan pada kembarannya.

"He..he.., Nan..!! aku ada ide hebat, dijamin kamu pasti bakalan setuju..!!" ucap Kiri penuh dengan semangat. Kanan sedang tiduran santai dibuatnya kaget oleh Kiri, ia pun bangun karena penasaran akan ide Kiri.

"Emang apaan..!! cepetan kasih tau aku..!!?" Kanan menjadi penasaran dengan ide Kiri saat ini.

"Tapi, kamu harus janji.!! kali ini harus setuju ngaa pke nawarr..!!" dengan santai Kiri membuat kesepakatan.

"Wahh, kalau aku disuruh janji dengan hal yang belum jelas, sorry aja Ri. Aku pasti ngaa mau..!! Tapi kalau disuruh mempertimbangkannya itu sudah pasti..!!" pekik Kanan.

"Ok..Ok.. aku paham Nan..!! Hemhh..,!!" Kiri mengusap jidat. Kanan pun semakin penasaran akan ide Kiri.

"Kamu inget ngaa sama Negro yang waktu itu ngejar-ngejar kita..??" Tanya Kiri pada Kanan.

"Gubraakkk..,!! (Kanan terjatuh seprti gaya film doraemon, ketika mendengar pertanyaan Kiri) Ngapain juga di inget-inget, emangnya apa hubungannya dia sama Laptop yang mau kita beli Ri..??"

"Yahh.., kamu ini Nan, culun banget jadi orang..!! Yaa, pastinya dia ada gunanya buat rencana kita." jawab Kiri dengan semangat.

"Mau tau caranya..??" tanya Kiri pada Kanan yang dikatainya culun, Kanan pun hanya mengangguka mengiyakan.

"Begini Nan..!! gimana kalau kamu pura-pura terima cintanya, pasti semua bakalan beres..!!" jawab Kiri dengan entengnya. Kanan pun langsung melotot bagaikan tersambar petirr ketika mendengar perkataan santai saudaranya, yang seolah-olah tanpa dosa sedikitpun.

"Tidaaaakkkkk....!!!" pekik Kanan, sampai Kiri terjengkang kebelakang, tak di sangka ternyata Kanan kalau sudah teriak bisa membuat gempa. Kiri pun tak habis akal, dia merayu terus Kanan saudaranya.

"Kamu gimana sih Nan, katanya mau beli Laptop..!! tapi kok malah sewot gituu..!!" tanya Kiri.

"Gimana ngaa sewot.., ide kamu itu selalu buat aku gila bin ngacoo Ri..!! jawabnya sambil melengos.

"Iyaa sih Nan, tapikan kalau kita nunggu Rizki jatuh yang ngaa tau kapan jatuhnya. Lagi pula inikan cuma pura-pura nerima cinta dia doank. Yang penting ngaa beneran to.., gitu aja kok repott. Lagi pula dia juga bilang kalau kita mau jadi pacarnya, dia bakalan mau beliin apa aja yang kita mau Nan." kembali rayuan Kiri terdengar ditelinga Kanan.

"Itu sih namanya pengeretan Ri, lagian kamu tau aku kan ngaa suka berbuat seperti itu. Dosa tau..!!!" Kata Kanan.

"Alaaaahh..!! persetan dengan Dosa, Nan..!! Tohh bukan kita saja yang berbuat seperti itukan. Tuhh, si Lina..!! Kamu taukan cewek yang didepan Flat rumah kita. Tau ngaa kamu Nan..!! dia sekarang lagi pacaran sama si Bule yang udeh punya cucu 3 (tiga). Dia Ok-Ok aja tuhh, ngaa kayak kamu yang kebanyakan mikir Dosalah.. ngaa enak lahh..de el el. Tapi liat aja tu si Lina, dia dengan enjoynya punya gebetan Bule bahkan terlihat bahagia banget. Coba kalau kamu punya perasaan kayak dia, kan Laptop gampang kamu dapatkan tanpa harus susah payah, ya too..!!" ucap Kiri dengan santainya.

Mendengar perkataan saudaranya itu, Kanan kembali muntab. Dia terasa tiduran diatas penggorengan yang lengkap dengan minyak yang sudah mendidih karena dipanaskan.

"Ehh, Ri..!! dia yaa dia.., bukan aku mereka atau kalian. Aku ngaa akan bisa disamakan dengan dia. Kalau dia mau begitu sih urusan dia Ri, bukan urusanku..!! Yang pasti aku ngaa akan terima kamu sama-samakan dengan dia Titik ngaa pke Koma..!!" jawab Kanan dengan muka muram.

"Kamu inget ngaa nasihat orang tua kita..?? mereka menginginkan kita hidup tanpa harus bergantung pada orang lain, apa lagi morotin anak orang. Ngaa baik tauu..!! bisa-bisa kuwalat ntar kamu. Karma itu bisa terjadi pada kita kapan saja dan dimana saja Ri. Kamu mau, karma itu nanti bakalan terjadi pada anak cucu kita kelak..?? Ngaa kaan Rii..??! Istigfar kamu Rii.., dia itu juga kuli kayak kita gini, masa kamu mau morotin dia juga. Kalau aku sihh no way..!!!" sungut Kanan sambil mengelus dadanya. Ia mencoba meredam getaran hebat di dalamnya.

"Aaaarrgghhh... sudah.., sudahh..!! kalau ngaa mau denger ideku, bilang donk dari tadi. Tau gitu ngaa usah ngomong aku ke kamu, pakai acara di kuliahin segala lagi..!!" dengus Kiri dengan kesalnya.

"Bukan begitu, kamu itu musti tau aku pengen Laptop ku itu yang Made in Halal Ri, bukan cap Haram..!!" jawab kanan lembut.

Saat Kiri mendengar ucapan Kanan barusan, Kiri hanya tertawa terbahak-bahak.

"Memangnya orang tau gituan Nan, yang mereka tau itu merk Laptop itu kayak Toshiba, Sony atau Acer..!!" ledek Kiri.

Kanan hanya mampu menghela napas panjang, lalu menggelengkan kepala. Lelah menerangkan pada saudaranya yang tak mampu mencerna jalan pikiran Kanan. Dia diam dan malas bicara.

"Kenapa diam Nan, bukankah kamu pernah bilang kalau kamu pengen banget jadi penulis terkenal seperti Pak Habbiburrahman, Pak Taufiqurrahman, atau Mbak Asma Nadia?? Kalau kamu belum punya Laptop, gimana mau jadi seorang penulis Nan. Apa lagi sekarang ini kan jaman udah modern, penerbit buku juga ngaa akan menerima Cerita atau Novel dalam bentuk tulisan tangan. Tapi kalau kamu ngaa percaya, yaa sudahh..!! Kirim aja Cerpen sama Novel kamu ke penerbit dalam bentuk tulisan tangan, jangan harap tulisan kamu akan dibaca. Mungkin dilirik aja ngaa, apa lagi berharap akan diterbitkan jadi best seller lagi. Ahahaha.. jangan mimpi deh Nan..!! Aku ulangi lagi yaahh.. jangaan mimpiii....!!" ucap Kiri dengan sinisnya.

"Lhoo, kamu koq bilang gitu Ri..?? tega-teganya kamu mematahkan semangat saudaramu sendiri..!!" kata Kanan. Semangatnya pun memudar ketika mendengar sindiran dari saudaranya tadi.

"Yaa, semua itu terserah sama kamu Nan. Aku sebagai saudara kamu yang jelas ingin melihat kalau kita bisa berhasil, lebih cepat punya Laptop kan lebih baik. Jangan suka menunda-nunda, nanti kesempatan bisa digaet sama orang lain." kata Kiri.

"Iya,.. aku tau itu Ri, tapi kan ada cara yang lebih baik setidaknya. Bukan cara yang seperti ini, ya maaf aja kalau aku ngaa bisa." kembali Kanan menolak. Kiri pun mendengus kesal pada Kanan.

"Enak ya..!! mereka-mereka yang bisa melakukannya. Bisa dapat apa yang mereka mau, Rumah, Mobil, dan terkadang uang pun berlimpah. Fiuhh.., coba kalau saudaraku ini juga mau kayak mereka, pasti aku juga akan ikut kaya deh." kata Kiri sambil tersenyum sinis, menyindir Kanan.

"Yaa Allah Ri, Istigfar kamu. Apa kamu ngaa takut sama Dosa..?? Bukankah apa yang kita perbuat ada yang mencatat baik dan buruk kelakuan kita, semua akan ada balasannya Ri. Sudahlah aku sudah ngaa mau berdebat lagi, aku sudah lelah, aku mau tidur saja." ucap Kanan sambil menyelimuti tubuhnya.

"Ehh..ehhh.., tunggu dulu Nan, masa gitu aja ngambek..??" ucap Kiri, dia takut kalau saudaranya marah.

"Apa lagi sih Ri, aku ini bener-bener capek mau istirahat..!!" jawab Kanan.

"Emm.. kalau gitu..!!" Kiri pun menggigit bibirnya sesaat. Dia ragu-ragu untuk mengucapkan idenya yang lain. Dia tau kalau saudaranya terlalu lurus dan jujur jalan pikirannya.

"Nan..!! Teriak Kiri, Kanan yang sudah mulaiterpejam matanya mendadak kaget dibuatnya.

"Apa lagiiii Rii...???!" desah Kanan.

"Nahh..!! dari pada bingung mikir beli Laptop ngaa ada duit, kenapa ngaa minta aja sama orang yang lagi baca cerita kita ini..?? hehehehe.." Kata Kiri sambil tertawa kecil.

"Gubraaaakkkk...!!!" lagi-lagi Kanan ngejengkang kaya gaya di film doraemon.

"Nan...!!!" pekik Kiri.

"Yahh... paraahhh..!!!! gue dicuekin lagi nihh..!!" kata Kiri.

"Gagal lagi dahh acara beli Laptopnya..!!" denges Kiri, ada perasaan marah dan salut dalam dadanya. Perlahan ia amati wajah tenang saudaranya, ia lihat ada secercah kelembutan marasuki Qolbu meskipun ia merasa kalah. Namun ia merasa bangga memiliki saudara yang pemikirannya lurus seperti kanan.

Nah, kira-kira ada yang mau belikan Laptop.. ahahahahaaa....


Jakarta,26 Desember 2011
READ MORE - Antara Kanan dan Kiri

Mbak Kunthi Yang Malang

| Senin, 19 Desember 2011 | 0 komentar |
Suatu malam, Cuplis seorang supir angkot sarter tanpa sengaja kesasar di daerah yang dikenal orang angker. Cuplis ingat kalau malam itu malam jum'at kliwon.

Dari desas-desus para warga di desa itu sering muncul kuntilanak yang sering mengganggu orang lewat terutama laki-laki. Cuplis sadar kalau dia akan melewati daerah yang dikenal angker itu, mau nga mau dia harus lewat situ karna kalau kembali lagi juga tidak mungkin, karena sudah setengah jalan dan akhirnya Cuplis pun melanjutkan perjalanannya untuk melewati jalan itu. Sambil berharap apa yang pernah dia dengar tak terjadi pada dirinya.

Namun harapannya sia-sia, didepan jalan terlihat seorang gadis cantik berparaskan cantik menghentikan angkot Cuplis. Cuplis kebingungan dan ketakutan, karena dia menduga pasti gadis itu Kunthi. Kalau berhenti Cuplis takut kalau Kunthi bakalan nyekik dia, tapi kalau jalan terus Cuplis takut kalau si Kunthi bakalan marah sama dia dan bakalan tambah tragis nasibnya. Berhentilah si Cuplis didekat gadis itu.

Cuplis : "mau kemana neng..??" tanya Cuplis sambil menahan rasa takutnya.
Kunthi : "sudah, jalan saja dulu bang.." jawab gadis itu sambil menutup pintu angkot.

Bau harum yang membuat bulu kuduk Cuplis berdiri saat gadis itu masuk ke dalam angkot disebelah kemudi Cuplis. Cuplis semakin ketakutan sampai mengeluarkan keringat dingin yang bagaikan mandi tanpa pakai handuk. Cuplis diam-diam menyentuh tangan gadis itu dan ternyata tanganya tak bisa dipegang, makin yakin Cuplis kalau penumpangnya adalah Kunthi.

Sepanjang perjalanan Cuplis mulai mencari cara agar bisa lolos dari Kunthi, ketika dia melihat sebuah rumah makan yang buka 24jam nonstop, terpikirlah ide dalam benak Cuplis.

Cuplis : "neng, kita mampir dulu ya.., saya lapar belum makan..!!" kata Cuplis sambil mengusap keringat.
Kunthi : "terserah aja deh.., hihihihi.." jawab gadis sambil ketawa ngikik.

Sampailah didepan rumah makan, Cuplis langsung memakirkan angkotnya di depan rumah makan itu. Cuplis mulai memesan makanan yang agak banyak, selagi menunggu Cuplis pamit sama gadis itu.

Cuplis : "neng, maaf yaa.., saya mau ke kamar kecil dulu..!!" kata Cuplis.
Kunthi : "iya bang.." jawab gadis itu.

Dengan diam-diam Cuplis setelah dari kamar mandi, menyelinap keluar menuju parkiran dan langsung tancap gas meninggalkan gadis tiu sendirian di rumah makan tadi. Kunthi pun terlihat makan dengan lahapnya seperti orang yang tak makan 1 (satu) minggu. *) laper apa doya tuhh, tapi koq setan bisa laper yaa.. hihiii..

Setalah makanan yang ada di atas meja habis dilahap sama si Kuthi, datanglah si pemilik warung memberikan tagihan untuk makanan yang di makan Kunthi.

Pemilik RM : "semuanya jadi tujuh puluh lima ribu neng..!!" kata pemilik rumah makan.

Tiba-tiba saja si Kunthi malah tertawa sambil melayang-layang..

Kunthi : "aku ini Kuntilanak.. hiihiihiihiihiihiihiihii..kk hiihiihiihii..kkh" tawanya sampai terdengar menakutkan.

Diluar dugaan tenyata pemilik rumah makan malah berkata.

Pemilik RM : "hey.. mao Kunthi kek, Iblis kek, Jin, Tuyul, Gondoruwo.., pokoknya makan disini harus bayar.., bayar kagak loe.., atau gw bunuh lagi loe biar mati lagi.., kalau kagak sono cuci piring di dapur..!! ayo pilih yang mana..!!" pekik pemilik rumah makan.

si Kunthi pun turun sambil berkata, : "baru kali ini gw jadi kuntilanak disuruh cuci piring.., dasar apeess...!!"



Cikarang, 19 Desember 2011
HaNz UkhitaShiwa
http://dodotkecil.blogspot.com/
READ MORE - Mbak Kunthi Yang Malang

Ayam Jago Ke 10

| Selasa, 29 Juni 2010 | 0 komentar |
Cerita ini tentang sebuah peternakan ayam. Di sana ada 25 ayam betina dan 1 ayam jago yang umurnya sudah tua sekali. Karena merasa bahwa ayam jago yang sudah tua tadi sudah melewati masa suburnya, si pemilik peternakan memutuskan untuk membeli 1 ayam jago lagi yang masih muda. Tentu saja hal ini membuat si ayam jago tua menjadi cemburu dan merasa tersaingi. Lalu terjadi percakapan seperti ini:

Si Tua: “Eh, kamu jangan serakah ya. Ayam betinanya kan ada 25. Kamu boleh ambil yang 15 sedang aku yang 10 ekor.”

Si Muda: “Tidak bisa. Kamu kan sudah tua dan loyo. Pokoknya semua buat aku aja.”

Si tua: “Kalau begitu mendingan kita lomba saja. Siapa yang menang boleh ambil semua ayam betina yang ada di peternakan ayam ini. Yang kalah tidak mendapat satu ekor pun.”

Si Muda: “Boleh saja! Mau lomba apa?”

Si Tua: “Lomba lari.”

Si Muda: “Ok.”

Si Tua: “Lombanya 400 meter. Tapi karena aku sudah tua, aku minta untuk lari dulu di depanmu 50 meter.”

Si Muda: “Boleh.” (dengan penuh keyakinan).

Kemudian lomba lari dimulai. Ayam jago tua lari dulu 50 meter baru kemudian ayam jago yang muda lari menyusul dengan kecepatan dua kali lipat. Eh, baru kurang 1 meter menyusul, si ayam jago muda ditembak langsung oleh pemilik peternakan. Apa yang dikatakan pemilik peternakan tersebut?

Pemilik: “Kurang ajar. Ini ayam jago homo kesepuluh yang aku beli bulan ini. Sukanya kejar-kejar si jago tua saja.”
READ MORE - Ayam Jago Ke 10

Gondoruwo Yang Tak Bisa Jatuh Cinta

| | 2 komentar |
Plaaak… ! sebuah tamparan keras bersarang di pipi wowo yang penuh bulu. pernyataan cinta yang tulus dibalas dengan sebuah tamparan."nyadar dong ! dah ngaca ? " sergah kunti kasar, kemudian berlalu meninggalkan wowo terpaku sendirian.wowo
menatap kunti berlalu dari hadapannya. sebenarnya ia ragu untuk
menyatakan cinta pada kunti. namun ia tak mau menyimpan rasa cintanya
terlalu lama.wowo
yang buruk rupa ingin rasa cintanya pada kunti seperti kisah si cantik
dan si buruk rupa. namun apa daya, kisah cinta di dunia nyata tak
seindah di dunia mimpi.* * *mei 2009"tolong
! tolong !" seorang tuyul berteriak minta tolong sembari meronta-ronta
berusaha melepaskan diri dari cengkeraman seorang dukun tua. namun
dalam sekejap, sang dukun tua mampu membungkam si tuyul dan
memasukannya ke dalam botol kaca."lepaskan
dia!" sesosok makhluk dengan gagah berani muncul di hadapan sang dukun.
namun sang dukun yang menyadari bahwa sosok itu bermaksud menghalangi
tujuannya. dengan serta merta langsung menyerang sosok tersebut.pergulatan
supranatural berlangsung dengan begitu cepat. keduanya sama-sama tak
mau mengalah dan mengerahkan ilmu terbaik yang mereka miliki.setelah
beberapa lama bertarung. sang dukun mendur teratur setelah menyadari
bahwa kekuatan serta ilmunya tak akan mampu menaklukan sosok asing
tersebut."kamu ngga apa-apa?" tanya sang penolong setelah mengeluarkan si tuyul dari dalam botol."makasih om !" si tuyul sangat kaget melihat sosok penolongnya yang sangat menyeramkan."jangan takut. om baik hati dan tidak sombong koq !" ia berkata sembari tersenyum. walaupun ragu namun uyul ikut tersenyum.semenjak
saat itu, uyul semakin dekat dengan wowo, sang penolong. uyul yang
seorang anak yatim sering ditinggal ibunya bekerja. sehingga ia selalu
merasa kesepian. namun kehadiran wowo mampu mengisi kekosongan dalam
hati uyul."omkerja apa sich?" tanya uyul saat ia dan wowo bermain di dekat hutan."om
masih nunggu s.k. jadi sekarang om masih nganggur" jawab wowo. telah
beberapa bulan ia menunggu penempatan dari dinas alam ghaib. namun tak
kunjung datang jua."mama uyul kerjanya jadi penunggu pohon sirsak" ucap uyul bangga sembari menepuk dadanya yang licin.* * *"yul. jangan ganggu! mama lagi kerja" ucap kunti yang sedan duduk di dahan pohon sirsak tempatnya bertugas."uyul mau ngenalin genderuwo yang udah nolongin uyul""tapi bentar aja ya ?!"tak
berapa lama, wowo tiba di tempat kerja kunti. ia sungguh kaget demi
mengetahui bahwa kunti ternyata adalah ibunya uyul. selama mengenal
kunti. ia mengetahui status kunti yang jand beranak satu. namun ia sama
sekali tidak mengenal anak kunti yang ternyata uyul."mau
apalagi kamu?" kunti pun sangat kaget dan marah dengan kedatangan wowo.
kata-kata makian tak henti mengalir dengan deras dari mulut kunti. wowo
hanya diam. baginya percuma menjelaskan kebetulan ini. karena di
pikiran kunti telah terpatri bahwa niat wowo menolong uyul hanyalah
untuk memikat hati kunti."tapi ma . . . " uyul coba membela wowo. namun sulit baginya membantah sang ibu. ia hanya bisa menangis tanpa suara."kamu
ngga pantes buat aku" kemarahan tampak jelas dari raut muka kunti.
"jangan pernag ganggu aku dan uyul lagi!" lanjutnya lagi sambil menarik
tangan uyul dan terbang menjauhi wowo yang sedari tadi tak mampu
berkata-kata.* * *aku tak mengerti. kenapa mama begitu membenci om wowo. padahal om wowo adalah genderuwo yang baik hati."jangan
pernah ketemu dia lagi !" perintah mama saat membawaku terbang. aku tak
berani menanyakan alasannya, karena aku yakin mama tak akan
mengatakannya padaku. mama bahkan tak mengizinkan aku menagisi om wowo.kupandang dengan lekat om wowo dari langit untuk terakhir kalinya. kupersembahkan tetesan air mataku sebagai tanda perpisahan.
READ MORE - Gondoruwo Yang Tak Bisa Jatuh Cinta

Masukkan email untuk update:

Delivered by FeedBurner

DoDoT_KeCiL_MaSiH_YaNg_DuLu