WeLcOmE CoMrAdE
Save The World Today
____Enjoy Your Live Today *BECAUSE* Yesterday Had Gone And Tomorrow May Never Come____
continue like this article, although the road is full of obstacles and temptations

Pelangi Yang Terindah

| Sabtu, 19 November 2011 | 0 komentar |


Melangkah dengan waktu.,
Dan bayang-bayangmu mulai menyatu.,
Di setiap nafas dan fikiranku.,

Terjaga dengan pasti.,
Karna semua rasa ini untukmu.,
Meski kini kau telah jauh dariku.,

Apakah kau merasakan.,
Merasakan hal yang sama.,
Coba kini kau rasakan.,

Semua rasa dalam hati yang telah lama ku nantikan.,
Bersamamu..,
Membuatku merasa semakin indah.,

Karna ku merindukanmu.,
Perhatian dan kasih sayangmu.,
Tanpamu terasa hampa jiwaku.,

Karna ku merindukanmu.,
Hanya kau mampu mewujudkan pelangi terindah.,
Didalam setiap langkahku.,

Saat bersamamu.,
Semua terasa indah.,
Tapi tidak untuk saat ini.,

Karna semua ini telah berakhir.,
Kau telah menjauh dariku.,
Tanpa kau ucapkan kata selamat tinggal untukku.,

Bersama pelangi yang indah saat ini.,
Ku ucapkan selamat tinggal pelangiku.,
Pelangi yang terindah dalam hidupku.,
















READ MORE - Pelangi Yang Terindah

Masa Putih Abu Abu

| Selasa, 15 November 2011 | 0 komentar |
Dikala saat pagi itu, tampak cerah dengan hembusan angin segar masuk jendela kamar Puput. Hari itu adalah hari yang sangat indah baginya, dia tak sabar untuk menghadiri acara perpisahan kelas 3 (tiga) di sekolahnya.

"Bu.., aku berangkat dulu ya.." sahut puput sambil berlari kecil.
"Tidak sarapan dulu?" tanya Ibu.
"Sekalian aja nanti di sekolah, bu.." jawab Puput.

Seperti biasa, Puput berangkat ke sekolah berjalan kaki karna memang sekolahnya hanya berjarak beberapa ratus meter saja dari rumahnya. Dalam perjalanan dia mengingat akan masa-masa putih abu-abu masa SMA yang tak lama lagi akan ia tinggalkan, terlebih kenangan bersama Dion sahabatnya. Sebenarnya Puput telah lama suka sama Dion, tapi dia terus saja memendam rasa itu. Puput pun berpikir, mungkin hari ini terakhir ia melihat pujaan hatinya itu.

"Put.. Puput.. tungguin dong, cepet banget jalannya...!!" teriak Novi.

Novi datang dari belakang dan menghampiri Puput dengan sedikit berlari.
Novi adalah teman satu kelas dengan Puput yang hampir tiap hari pergi ke sekolah bareng denga Puput.

"Put., tumben kamu kelihatan sangat bersemangat hari ini?" tanya Novi.
"Iya donk., kan hari ini hari terakhir masa SMA kita, acara perpisahan nanti akan membuat kenangan semasa SMA kita akan di akhiri hari ini." jawab Puput dengan semangat.
"Put., kamu rencana mau melanjutkan kuliah difakultas mana.??" tanya Novi.
"Ayah bilang disuruh melanjutkan kuliah di ITS aja, tapi aku nolak, aku mau kuliah di UM saja." jawab Puput sambil menggumam.
"Put., kamu tau si Dion kan.??" tanya Novi.
"Iya.., emang kenapa.!?!" jawab Puput dengan nada kaget.
"Dia katanya mau melanjutkan kuliah ITS, ayah Dion ternyata dosen di ITS." jawab Novi dengan nada meyakinkan.

Puput pun kaget setelah Novi memberitahunya. Tak terasa mereka pun sampai di sekolah.

"Put., aku cari wali kelas kita dulu ya.., aku mau kasih sesuatu kepada beliau, jangan lupa nanti kita foto bersama, sama teman-teman." pekik Novi sambil meninggalkan Puput ke arah ruang guru.
"Iya., siep deh pokoknya..!!"

Sebelum acara perpisahan dimulai, Puput pergi ke ruang kelasnya dia memikirkan tentang Dion yang ternyata akan melanjutkan kuliah di ITS.

Beberapa saat kemudian Novi datang menghampiri Puput yang sedang memikirkan Dion.

"Hai., lagi ngapain kamu Put, serius amet kayaknya.. sampai manyun gitu muka kamu..!!" teriak Novi sambil mengagetkan Puput yang sedang melamun.
"Ngaa.., orang aku cuma mikirin kayak apa rasanya kuliah nanti.." jawab Puput sambil terbata-bata karena kaget.
"ehh Put., ada yang mau ketemu sama kamu tuh..!!" Novi berkata sambil senyum manis.
"Siapa..??" tanya Puput hingga terlihat tanda tanya besar dikepalanya yang seperti di kartun.

Dengan rasa penasaran Puput pergi menuju ke samping kelasnya, dia sangat terkejut saat melihat yang berada disamping kelas adalah Dion.

"ehh.. Dion, ada apa kamu mau ketemu sama aku..??" tanya Puput.
"ada yang mao aku omongin ke kamu..!!" jawab Dion sambil malu malu mau.

Sementara itu, Novi dan teman-temang yang lain sedang ribut sana sini membicarakan Dion dan Puput. Ternyata mereka sudah tahu jika Puput suka sama Dion.

Disamping kelas Puput dan Dion hanya berdua, sedangkan teman-teman lain menikmati perpisahan mereka. Angin segar di pagi yang cerah itu berhembus dan menerbangkan dedaunan yang kering, membuat suasanan menjadi semakin menyenangkan bagi mereka.

"Kamu mau ngomong apa, Dion??" tanya Puput sambil salah tingkah didepan Dion.
"Put., kita kan sudah kenal lama dan berteman pula.., apa kamu ngaa ngerasain sesuatu?? (tanya Dion sambil terbata-bata.) Sebenernya aku sudah lama suka sama kamu.., cuma aku dulu belum ada waktu yang tepat untuk mengatakan ini. Karna kita dulu masih di sibukkan belajar buat UN, aku pikir inilah saat waktu yang tepat untuk mengatakannya..!!"
(Puput terkejut dengan bercampur senang saat mendengar ungkapan isi hati Dion)
"Jadi gimana.., Put??" tanya Dion dengan nada memohon dan meraih kedua tangan Puput yang sedang tersipu malu didepannya. Hati Puput bercampur aduk seperti es campur yang diaduk-aduk dalam gelas.
"Dion., aku se.be.nar.nyaa.. juga udahh lama su.suka sama kamuu.." jawab Puput sambil terbata-bata.
Dion pun kaget mendengar perkataan Puput, karena memang selama ini mereka hanya sebatas teman saja.
"Jadi.., kamu menerimanya...????" tanya Dion.
"Aku kira sudah jelaskan..!!" jawab Puput sambil tersipu malu.

Dari kejauhan terdengar suara pengeras suara bahwa acara akan segera dimulai.

"Put., kayaknya sudah mau mulai acaranya.. ayo ke sana.."
Ajak Dion, sambil memegang tangan kiri Puput. Mereka pergi menuju aula sekolah sambil berpegangan tangan, ternyata teman-teman yang lain diam-diam mengikuti mereka dari belakang. Dalam acara perpisahan di aula Puput dan Dion pun berbincara tentang kuliah, Puput pun berubah pikiran untuk masuk ke UM, dia senang hati mau masuk ke ITS bersama dengan Dion.

Setelah acara selesai, foto bersama teman-teman dan semprot baju sana sini dan membubuhkan tanda tangan pada baju teman satu kelas tak mereka lewatkan. Karna hari itu menjadi hari perpisahan yang akhirnya mempersatukan mereka.




Cikarang, 15 November 2011
HaNz UkhitaShiwa
http://dodotkecil.blogspot.com/



READ MORE - Masa Putih Abu Abu

Perjalananmu.. Perjalananku.. dan Perjalanannya..

| Kamis, 20 Oktober 2011 | 0 komentar |


Pertama kalinya aku hadir di dunia ini..
Aku tak mengerti apa-apa..
Lemah dan sungguh rentan..
Tak ada impian dan harapan..
Menitipkan jiwa dan raga pada dua insan..
Rengekan tangisku menginginkan sesuatu..
Terkadang mereka tak mengerti apa yang aku kehendaki..

Dengan hangat mereka mejagaku..
Dengan sejuta impian mereka..
Kelak aku akan membanggakan mereka..
Perlahan aku mulai mengerti..
Bahasa dan tingkah laku mereka..
Entah saat itu mereka mendengar aku berkata "mama.. papa.." yang mereka ajarkan padaku..

Ada kebahagiaan tersendiri disana..
Dipegangnya tanganku dan diajaknya berdiri..
Dari merangkak, aku mulai terbiasa menggunakan kedua kakiku..
Dan perlahan aku mulai berjalan seperti mereka..
Aku berjalan dan mulai berlari..
Seperti umur biji kacang tanah..

Aku mulai mengerti..
Aku berada dimana., dan siapa mereka..
Entah jika tak ada mereka, aku akan seperti apa jadinya..
Diberinya aku sebuah pemikiran baru..
Diajarkan akan adanya impian yang harus aku tuju..
Memberikan pikiran akan hal-hal yang baru..
Waktu itu aku menjawab "ingin seperti itu" (sambil ku tunjuk acara kartun di televisi)

Perlahan-lahan akupun mulai tumbuh besar..
Kini impian itu nyata adanya..
Dan dalam meraih mimpi itu, aku harus melanjutkan perjalanan yang panjang dan berliku..
Perjalanan yang harus aku ketahui, bahwa pengetahuan yang tak ada batasnya..

Hari demi hari berlalu sedemikian cepatnya..
Aku mendapati diriku..
Dengan raga yang dewasa..
Aku mulai merasakan dan mengartikan sebuah cinta..

Cinta pertama..
Membuatku mengerti kertas dan pena..
Menuliskan sebuah bait demi bait yang indah..
Yang menjelma menjadi sebuah gambaran diri..
Wanita yang kupuka..

Cinta pertama..
Membuat tanganku menciptakan sebuah alunan syair..
Menjadikan sebuah lagu yang merdu dan indah..
Cakrawala senjapun menjadi temanku satu-satunya..

Hingga perlahan..
Ada rasa benci, perselisihan hingga pertengkaran..
Yang membuatku kehilangan akal sehatku..
Aku membutuhkan seseorang untuk bicara..
Tuhan serasa dekat sekali denganku..
Akupun berbicara denga-Nya dalam hening do'aku..
Tentang sejuta impian dan jawaban disetiap pertanyaanku..
Dijawab-Nya dengan lantang dan penuh misteri..

Datang seseorang..
Dia hadir disaat aku putus asa..
Dia menopangku saat aku terjatuh..
Namun itu bukan cinta, akan tetapi persahabatan..

Persahabatan..
Ibarat satu pohon yang hidup di tengah padang gurun., peluh dan sesak..
Mendambakan hujan., namun hujan tak akan pernah hadir..
Angin datang dengan kesejukan alami., menghapus keringat sang pohon..

Persahabatan..
Ibarat kertas yang bertuliskan kepercayaan., ketulusan dan pengorbanan..
Jika kertas terbakar., tersobek dan basah..
Maka semuanya sirna., bahkan bila lebih buruk., membakar yang lainnya jua..
Ya., kembali aku mendapati diriku..
Mempelajari apa yang sudah terjadi..

Cinta itu adalah sebuah kehidupan..
Berdenyut., bernafas., berfikir., mendengar., melihat dan merasakan..
Cinta itu adalah perasaan dan logika yang bersatu..
Ada kesabaran., ketulusan., dan kepercayaan..
Tak pernah menghitung kesalahan dan selalu memaafkan..
Dan besarnya cinta., kau akan tahu saat semua hilang..

Ibarat sebuah cawan anggur..
Yang disetiap tetesannya mampu menhidupkan semua yang telah mati..
Yang disetiap teggukannya mampu mengenyangkan perutmu., dan tak pernah lapar lagi..
Yang disetiap aromanya mampu mengubah semua yang buruk menjadi lebih baik..

Ada sebuah pelajaran tersendiri..
Saat aku harus kehilangan..
Itu yang dinamakan keikhlasan..
Sulit sesulit mencengkram bintang di langit..
Keikhlasan bukan hanya melepaskan sesuatu..
Melainkan penuh perngorbanan yang tulus..
Menghempaskan impian ke tanah dan bermimpi kembali..

Aku harus melakukan itu untuk menjadi yang terbaik..
Namun sesuatu yang tebaik bukan berarti sesuatu yang sempurna..
Sesuatu yang terbaik bukan berarti sesuatu yang seperti impian kita..
Sesutu yang terbaik adalah jawaban suci dari Tuhan..
Dari sebuah titik dan sebuah takdir kecil..
Aku kembali mendapati diriku sendiri..
Setelah semua yang terjadi..

Aku lahir., belajar., bermimpu., bercinta., dan bersahabat..
Aku sakit., bahagia., tertawa., dan menangis..
Seharusnya hidup itu indah..
Tuhan menjawab setiap pertanyaan kita..
Tak selalu seperti yang kita impikan., melainkan yang terbaik..

Do'a dan usaha untuk berjuang adalah sebuah pondasi., karena keyakinan adalah awal dari sebuah perjuangan..
Jika memiliki impian., pegang dan jangan sampai kau lepaskan..
Tak cukup puas dengan hanya merasakan kasarnya pasir di kakimu..
Tapi kau harus mampu untuk merasakan betapa banyaknya mereka..

Butiran-butiran pasir pantai yang putih yang terinjak dan terasa kasar dikakimu..
Kau pun harus mampu mendengar obak yang datang dari lautan luas..
Rasakan sebuah kehangatan cakrawala senja..
Dengan menatap langit yang dihiasi burung laut yang terbang bersautan., dan buih putih di batasan bibir pantai..
Jika impian itu harus sirna..
Ada yang sulit., namun kau harus lakukan..
Untuk yang terbaik..

Keikhlasan..
Hingga suatu saat kau akan mengatakan pada dirimu..

" Aku Sungguh Bahagia.. Puji Syukur pada Tuhan YME "





READ MORE - Perjalananmu.. Perjalananku.. dan Perjalanannya..

Bimbang

| Rabu, 12 Oktober 2011 | 0 komentar |


Pernahkah kamu merasa ragu..
Saat menatap jalan hidup ini..
Saat pagi yang kamu jalani..
Tak seindah dulu lagi..

Aku tak ingin layu..
Aku tak ingin mati hari ini..

Pernahkah kamu merasa ragu..
Saat menatap jalan hidup ini..
Saat pagi yang kamu jalani..
Tak seindah dulu lagi..

Semua yang pernah kamu sebutkan..
Seakan pergi menjauh dariku..
Hariku tak lagi sama seperti dulu..
Seperti dahulu denganmu..

Sejenak serasa ingin kulepaskan..
Penat dalam hidupku ini..

Kutarik nafas panjang..
Untuk pahami arah langkahku saat ini..
Biarpun seribu badai menggangguku..
Tapi, mimpiku takkan terhenti di sini..

Meskipun tak ada lagi..
Kisah cerita tentang kita lagi..
Yang selalu terangi hariku..
Selamat tinggal kasih..
Selamat tinggal sayang..



READ MORE - Bimbang

Disangka Teroris

| Minggu, 25 September 2011 | 2 komentar |
Seperti biasa aku setiap minggu atau hari-hari libur selalu mendapat orderan untuk design interior atau exterior di rumah pribadi atau perkantoran. Pagi tadi kebetulan ada yang menelpon, untuk ketemua di komplek daerah bekasi. Kebetulan ada orang yang baru membeli rumah dikomplek tersebut. Orang tadi ingin didesignkan sebuah karport dan taman yang minimalis agar enak dipandang mata, dan sejuk untuk bercengkrama bersama keluarganya.

Aku pun segera berangkat dengan beberapa perlengkapan perang untuk survei. Si putihpun sudah siap dengan gagahnya terpampang didepan bunker utama. Tak berapa lama persiapan pun usai, aku pun langsung tarik jabrik ke bekasi.

Beberapa jam kemudian, aku sampai didaerah bekasi aku dijemputnya untuk menuju ke rumah barunya. Sesampainya dirumah aku langsung persiapan seperti biasa, meteran, kertas, papan drawing dan bolpoin. Aku langsung ukur sana ukur sini coret sana coret sini di selembar kertas di atas papan drawing. Sebuah design sederhana tercipta dari ukuruan taman dan carport yang sudah ada.

Kami pun berdiskusi agak lama untuk jenis material yang akan digunakan, supaya mengehamat dana dan terlihat elegan meskipun sederhana. Selang beberapa waktu design pun sudah tercipta untuk beberapa penawaran yang aku ajukan supaya aku bisa langsung design drawing ke bunker utama.

Sebelum pulang aku di ajaknya makan di sebuah tempat makan yang tak jauh dari rumah yang baru aku survei. Tak pakai basa basi lagi aji mumpung, ane di tawarin ini itu ok aja. Setelah selesai makan siang, orang tersebut mengajakku untuk langsung survei material yang akan dipergunakan untuk carport dan tamannya. Tempat dan alamat sudah aku kantongi, orang tersebut bilang nanti dia menyusul. Dengan agak berpikir sambil meleng sana sini nyari alamat toko bangunan tersebut. Dan sampailah aku di toko material tersebut, pesan orang tadi aku langsung di suruh masuk. Tapi aku tak mau masuk dulu toh nanti di dalam bakalan ditanya-tanya sama SPG, males banget jawabnya kalau masih nunggu orang.

Akupun menunggu diparkiran motor, sambil menguyah permen karet yang sudah aku persiapakan agar tak BT saat nunggu. Satu jam pun berlalu, aku hanya tolah toleh di parkiran yang agak lumayan luas, hampir satu bungkus permen karet sudah aku kunyah. Tapi orang tersebut tidak kunjung datang, "ahh.. mungkin kena macet" pikirku dalam otak.

Keringnya tenggorokan membuatku untuk clingak-clinguk kesana kesini, dan akhirnya ku lihat sebuah warung kecil di pojokan tempat parkir. Aku tak sadar ternyata dari tadi ada beberapa polisi berpakaian preman yang sedang mengintai aku, "maklum tampang teroris".

My self : Mbak, ada minuman dingin, tanyaku sambil tolah toleh nyari kotak yang biasanya berwarna biru.
Penjual : Ada mas, itu didepan. terdengar dengan nada agak sumbang.

Sebotol air mineral aku ambil dari kotak yang bercampur dengan bongkahan es batu, yaa lumayan dingin.

My self : Berapa pak..?? tanyaku pada penjual.
Penjual : Tidak usah mas, ambil saja.
My self : Lhoo kan saya beli mbak, kok ngaa usah bayar.
Penjual : Maaf mas warung mau saya tutup.

Akupun heran dengan jawaban penjual tadi, memangnya ada apaan yaa..?? tanyaku dalam hati. Tanpa pikir panjang aku langsung kembali lagi ketempat dimana si putih aku parkirkan. Perasaan yang tidak enak membayang-bayangi ku sampai ke tempat parkir. Aku segera meminum air mineral yang gratis barusan, ahh.. lumayan hidup gratis untuk hari ini. Aku masih belum sadar karena di sekelilingku ternyata sudah ada polisi yang berpakaian preman yang setiap saat bisa menyergapku.

Sebotol air sudah habis aku minum, aku bermaksut untuk membuang botol air tadi ke tempat sampah. Aku pun kaget saat 2 orang mendatangiku dan langsung memegang tanganku, mereka bilang untuk ikut ke pos. Aku hanya bisa bertanya-tanya dalam benakku,"ada apa ini sebenarnya apa salahku..??".

Polisi 1 : Tolong perlihatkan kartu tanda pengenal anda..!!
My self : Ku keluarkan sebuah dompet dari tas pinggang. Dan menyerahkannya pada polisi.
Polisi 2 : Tolong keluarkan semua isi dalam tas anda..!!
My self : Dalam hati aku berpikir,"dikira ane teroris neh gara-gara nunggu diparkiran ampe 2 jam". Aku pun mengeluarkan semua isi dalam tas ransel ku, ada laptop, meteran, kertas-kertas design dan beberapa alat ukur lainnya.
Polisi 2 : Alat apa ini, untuk apa kegunaannya..!!
My self : "Polisi koplak.." dalam hatu ku mengumpatnya. Ini alat untuk ukur ketinggian bangunan pak.
Polisi 1 : Untuk apa anda membawa alat-alat ini dalam tas anda..!!
My self : "Wahh.., bahaya ini kalau ngaa tak selesaikan bisa cilaka 21". Dalam hati aku bicara sambil bercucuran air keringat dingin dari kening.

Aku langsung mempraktekkan semua alat yang aku bawa, didepan 2 polisi OON yang salah tangkap. Semua sudah aku praktekkan didepan mereka sampai aku kelelahan karena beberapa kali mengulanginya karena permintaan polisi OON tersebut.

Polisi 1 & 2 : Maaf pak kami salah menduga, saya kira anda segerombolan teroris yang akan menaruh bom dipusat perbelanjaan bahan bangunan.
My self: Dengan nada sinis dan memukul meja, aku langsung sekejap agak marah. "Maksut bapak apa, saya ini mau belanja tapi saya menunggu orang yang mau membeli peralatan untuk carport dan tamannya. Malah bapak menangkap saya. Aku marah dengan nada tinggi sampai-sampai terdengar dari luar pos keamanan setempat. Saya bisa menuntut bapak berdua kalau begini cara bapak menangkap orang, seharusnya bapak bertanya terlebih dahulu.. bukan asal tangkap ini sama saja menjatuhkan nama baik saya.

Kedua polisi tersebut langsung meminta maaf padaku, dan mengembalikan KTP yang dimintanya tadi. Aku hanya bisa marah dan marah pada meraka, tapi ya sudahlah nasi sudah menjadi bubur semua sudah jelas apa yang terjadi. Aku hanyalah manusia biasa yang takut akan dosa jika memendam rasa dendam yang berkepanjangan. Akupun memaafkan mereka berdua, Allah maha pengampun kenapa tidak bagi umatnya.

Aku langsung meninggalkan pos polisi dengan agak memasang muka kusam gara-gara diintrogasi hampir satu jam lebih. Tak lama kemudian pemilik rumah pun datang dan meminta maaf karena terjebak macet yang panjang. Setalah itu kami langsung memasuki area perbelanjaan tersebut dan memilih milih beberapa jenis bangunan yang ada.

Setelah selesai hunting beberapa jenis material yang ada dalam toko bangunan tersebut aku langsung berpamitan untuk pulang ke bunker utama. Dengan hati kesal gara-gara salah tangkap 2 polisi koplak yang tidak mau bertanya terlebih dahulu.



"Mungkin semua orang melihatku dengan sebelah mata, akan tetapi sebuah seni itu harus diawali dari diri sendiri bukan dari orang lain. Penampilan amburadul, rambut gondrong berkuncir dan agak kemerahan membuat beberapa orang geram akan penampilan. Penampilan seseorang bukan mencitrakan sebuah keburukan diorang tersebut melainkan menunjukkan sebuah seni yang beda dari pada anak punker yang dijalanan yang tanpa mandi hingga beberapa minggu, bulan atau mungkin sampai 1 tahun."



Akupun langsung tarik jabrik dengan si putih menuju bunker utama, untuk menyelesaikan sebuah design sesuai dengan kesepakatan.


Sekian dan wassalam..




Cikarang, 25 September 2011
READ MORE - Disangka Teroris

Puisi Untuk Ayah

| Sabtu, 24 September 2011 | 0 komentar |



Aku tak mampu mengantar kepergianmu
Langit mendung turut berduka
Orang-orang riuh rendah bercerita
Tentang segala amal kebaikanmu

Aku datang kepadamu, Ayah
Semilir kembang kamboja diterpa angin
Aku menangis dan berdo'a dinisanmu
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu

Kepergianmu telah membuatku menjadi lebih dewasa
Mengajarkan aku akan arti sebuah kehidupan
Untuk bisa berguna kepada sesama

Kepergianmu mengajarkanku
Bagaimana harus mencintai dan menyanyangi
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar
Bagaimana harus berjuang demi semua anak-anaknya
Hingga saat terakhir hayatmu
Engkau selalu berdo'a untuk kebahagiaan kami semua

Hari ini aku teringat kepadamu
Aku merindukan canda tawa mu Ayah
Yang selalu mengisi kekosongan saat kita redup
Lewat sebait puisi ini aku mengenangmu Ayah

Bila datang suatu hari nanti
Akan aku ceritakan semua tentang kebesaranmu dan keagunganmu
Bersama semilir angin malam ini ku ikut sertakan do'a ku untukmu
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya

Ayah..,
Aku akan selalu mengenang semua jasa-jasa mu pada kami
Kami semua merindukanmu..



Cikarang, 24 September 2011
HaNz UkhitaShiwa
http://dodotkecil.blogspot.com/
READ MORE - Puisi Untuk Ayah

Tentang Khayalan Hidup

| | 0 komentar |

 Aku bersembunyi dalam gelap. Mengunci semua pintu dan mematikan semua lampu. Selamat datang Imajinasiku, yang selalu nyata dalam kegelapan. Menggambarkan semua hal yang menyenangkan, yang tak pernah mungkin aku dapatkan dalam alam nyata ini.


" Mengapa kau suka berkhayal..?? Khayalan itu hanya membuat setan senang..??" sisi baik yang ada dihatiku mengingatkan.


" Kau takkan pernah tau nikmatnya berkhayal kawan, jika kau tak pernah melakukannya" aku mengelak untuk menjelaskan.


" Untuk apa..??!" tanya sisi baik dalam hatiku.


" Untuk menyambung hidup kawan..!!"


" Kau aneh.., semua orang menyambung hidup dengan bekerja, makan, minum dan sebagainya. Tapi, kau malah berkhayal dalam ruang gelap ini..!!"


" Banyak hal yang tak bisa kita raih didunia nyata ini kawan. Kau bisa mendapatkannya di alam khayal."


" Apa yang kau inginkan..??" tanya sisi baik dalam hatiku.


" Apapun kawan, perhatian.., kasih sayang.., cinta.., kau tak akan pernah merasa sendirian disana.. kau akan mendapatkan banyak teman.., siapapun yang kamu inginkan bisa kamu hadirkan disana..!!"


" Tuntutan peran kita mengharuskan kita banyak senyum, banyak cinta, banyak kasih sayang, kesabaran yang sangat luas... tapi.., hanya sedikit yang mau tau kita pun butuh didengarkan, butuh disayang dan diperhatikan..!!"


" Dan kau mendapatkannya disana..??" tanya sisi baik dalam hatiku.


" Tentu.., kaupun bisa mendapatkannya juga kawan, apapun yang kau mau semua akan ada. Karena kau yang menciptakan semua yang kau inginkan. Kau yang menciptakan bentuk, rupa dan suaranya..!!"


" Apakah kau mengharapkan kesempurnaan disana..??" tanya sisi baik dalam hatiku.


" Tidak.., tidak ada manusia yang sempurna kawan."


" Lalu.., Aku masih tak mengerti kawan..!?" tanya sisi baik dalam hatiku.

" Hanya menyambung hidup kawan.., menciptakan suatu keseimbangan hidup dalam jiwa.., supaya tak ada lagi duka dan lara dalam hati..!!"


" Sesekali kau harus mencobanya kawan..!!"


" Hanya meletakkan sesuatu yang menyakitkan ke kotak sakit, dan menggantinya dengan yang lebih menyenangkan.., mengganti semua yang kau inginkan.., dan menyimpannya sebagai sesuatu yang menyenangkan pada hidupmu."


" Tapi.., jangan berkhayal yang negatif..!!"


" Dirimu, otakmu adalah penguasanya kawan.., kau yang memegang semua kendalinya..!!"




Hening pun terasa sesaat kemudian. Khayalan itu telah membuatku terlelap dan terbangun saat semua khayalan itu telah usai dari isi otak dan pikiranku. Dan akupun bersiap-siap untuk melanjutkan hidup.., yaa menjalani hidup ini. Karena kehidupan asliku ada didunia nyata ini bukan dunia khayalaku.








Cikarang, 24 September 2011
HaNz UkhitaShiwa
http://dodotkecil.blogspot.com
READ MORE - Tentang Khayalan Hidup

Kenangan Masa Lalu

| Jumat, 16 September 2011 | 0 komentar |
Saat ku menengok FaceBook selalu membangkitkan kenangan masa lalu. Entah kenangan pahit atau kenangan manis. Dan hari ini seperti biasa aku membuka Facebook. Kepenatan hari kemarin menurunkan semangat kerjaku. Akahirnya kutinggalkan setumpuk design drawing diatas meja dan mulai berseluncur kedunia maya.

Berbalas status dengan teman, membawaku pada sebuah nama dari teman bersama. Entah kenapa sekilas bayangan itu akhirnya memenuhi kepalaku. Seseorang dari masa lalu yang aku ingin melupakannya. Tapi ternyata aku tak bisa sepenuhnya melupakannya. Selalu ada benang merah yang berusaha untuk menghubungkan aku dengannya.

Teringat sebuah telepon saat aku masih diterminal menunggu dijemput oleh kakak. Telepon ini berasal dari seorang perempuan yang menganggapku sebagai kakak. Inka namanya.

" Joe, apa kamu jadi pulang hari ini?" suara diseberang memulai percakapan
" Iya.., memang ada apa?"
" Kudengar Niken juga pulang hari ini."
" Ooohh.." aku menyahut pelan. Suaraku tertahan di tenggorokan.
" Aku ingin melupakan masa lalu.." kataku sambil menghela nafas panjang.
(Suara tawa tergelak diseberang sana.)
" Kak Joe.. kak Joe.. kamu memang bisa saja.."
(Tawanya bening menghiburku. Perasaan sedih yang baru saja lewat menguap karenanya.)
" Jika tak bisa berharap orang lain yang berlalu, kita yang harus berlalu kan dik.."
" Benar kak.." kembali beningnya suara itu menghiburku.

" Truss, kakak siapa yang menjemput diterminal?"
" Nanti kakak aku yang menjemput..!!"
" Ya sudah, hati-hati ya.. nanti klo sudah nyampe rumah kabari biar aku main kerumah."
" Insya Allah, ooh iya kamu tau klo niken pulang naik bus dari mana?"
" Ohh, kemarin kan dia sms aku klo mau pulang jg. Kita kan sekarang tetanggaan kak, tapi jangan khawatir kak, aku ngaa cerita kok klo kenal kakak."
" Thanks yow.."
" Ok, jangan lupa kabari aku klo sudah nyampe rumah."
" Siepp.. klo ngaa lupa!!"

Perasaan biru, ketika Inka menututup teleponnya.
Niken nama perempuan itu. Perempuan yang sangat ingin dilupakannya. Menoreh luka. Mematahkan kuncup bunga dihatinya yang baru mekar. Padahal dulu mereka bersahabat, bahkan seperti sepasang kekasih.

Masih tidak bisa dilupakannya ketika dia mengetahui kenyataan bahwa Niken telah menghancurkan impiannya untuk hidup bersamanya.

Ach.. mungkin dia memang belum berjodoh denganku. Ada sisi batinku yang mencoba untuk mengingatkan, agar diriku tak terpuruk dalam kesedihan lagi.

Tapi dia lebih memelih untuk pergi..

Niken.. dan tiba-tiba muncul nama itu kembali hadir..
Buru-buru kututup FaceBookku, aku tak ingin melihatnya lagi..




Cikarang, 16 September 2011
HaNz UkhitaShiwa
http://dodotkecil.blogspot.com/

READ MORE - Kenangan Masa Lalu

Penyesalan saat hari esok tiba

| Minggu, 21 Agustus 2011 | 2 komentar |
Pada suatu desa, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, bersama dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja. Dia selalu bermain, mengganggu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi banyak orang adalah kesukaannya.

Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata,"Tidak apa-apa, besok kan masih bisa." Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu semua wajar-wajar saja. Semua begitu saja dijalaninya, sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, di berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi dia tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya,"Tidak apa-apa, besok kan masih bisa."

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temanya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Akan tetapi, itu bukan masalah baginya karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Yaa.., mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia bertemu dengan seorang cewek yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjaanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu saja dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata,"Ahh.., aku capek, besok saja aku hubungin mereka." Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja yang selalu mau di ajaknya keluar.

Waktupun telah berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya. Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu pun tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.

Kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku Cinta Kamu", tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya,"Tidak apa-apa, besok saya akan mengatakannya."

Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tahu ini akan perpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anaknya pun mulai menjauhinya dan tidak pernah menhabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya di tabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya di jemput oleh maut. Sebelum sempat berkata "Aku Cinta Kamu", istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya.

Tapi, dia baru sadar bahwa anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Anak-anaknya pun beranjak dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Saat usianya mulai tak muda lagi, dia pinda ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50,60 dan 70. Semua uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Saat dia mau meninggal, dia memanggil salah seorang suster dan berkata kepadanya,"Ahh, andai saja aku menyadari ini dari dulu.." Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhirnya, dia meninggal dunia dengan air mata dipipinya.



Yang ingin coba kukatakan pada kalian, waktu itu ngaa pernah berhenti. Kalian terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadarinya kalian ternyata telah maju terlalu jauh..!?!

Jika kalian pernah bertengkar, segeralah berbaikan..!?!

Jika kalian merasa ingin mendengar suara teman kalian, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya..!?!

Jika kalian merasa ingin bilang kepada seseorang bahwa kamu sayang sama dia, jangan tunggu sampai terlambat..!?!

Jika kalian terus berpikir kalau lain hari dia akan tahu sendiri, akan tetapi hari itu tidak akan pernah datang..!?!

Jika kalian selalu berpikir bahwa besok akan datang, maka "besok" akan pergi begitu saja, hingga kalian tak sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu..!?!
READ MORE - Penyesalan saat hari esok tiba

Dalam Waktu

| Kamis, 04 Agustus 2011 | 0 komentar |
Saat pepohonan mati dan cahaya memudar..
Tapi aku berharap untuk napas baru..
Kehidupan baru untuk merubah masa lalu..

Kita harus selalu bersama..
Mengabaikan matahari yang datang..
Untuk bernyanyi tentang hidup adalah satu..

Semua perjuangan telah kita lalui..
Seperti jarum suntik yang berjajar dilantai..
Sebuah siklus yang melilit kehidupan..

Satu demi satu semua memudar..
Melewati pepohonan mati tanpa sinar mentari..
Seperti dunia penuh dengan penderitaan tanpa ujung..

Menyisakan penderitaan tiada henti..
Menggunduli masa depan yang masih panjang..
Meninggalkan puing-puing penyesalan..



Cikarang, 4 Agustus 2011
HaNz UkhitaShiwa
http://dodotkecil.blogspot.com/
READ MORE - Dalam Waktu

Masukkan email untuk update:

Delivered by FeedBurner

DoDoT_KeCiL_MaSiH_YaNg_DuLu