WeLcOmE CoMrAdE
Save The World Today
____Enjoy Your Live Today *BECAUSE* Yesterday Had Gone And Tomorrow May Never Come____
continue like this article, although the road is full of obstacles and temptations

akhir januari 2011

| Senin, 31 Januari 2011 | 0 komentar |
malam pun mulai tiba
suara seru ramai telah usai
pergantian cuaca pun mengikuti
mendung gelap dan mati listrik

serasa panjang seharian
aku hanya duduk terdiam
memandangi layar leppy
dan terkadang tersenyum

sesekali mengikuti irama lagu
tapi hanya sebentar saja
membayangkan kalau dia ada disini
tapi itu semua hanya MIMPI...!!!

MIMPI.. yang tak akan pernah ada
MIMPI.. yang hanya sesak didada
MIMPI.. yang membuat luka dihati
MIMPI.. yang sanggup membunuhku perlahan

malam...
dengarkan rintihan suara hati ini
menjerit di kegelapan
kesunyian melanda tanpa batas

terdiam ku terdiam..
suara tangis itu mulai menghilang
menghiasi malam yang akan datang
menjadi sinar rembulan yang redup sayu



Cikarang, 31 Januari 2011
HaNz UkhitaSHiwa
http://dodotkecil.blogspot.com/
READ MORE - akhir januari 2011

Tak Harus Menjadi..

| Sabtu, 29 Januari 2011 | 0 komentar |
dari sesuap nasi yang telah kurasakan
terasa sangat mengganjal perut ini
dan menghilangkan rasa perih perut ini

segelas air putih
menghilangkan rasa haus
setelah ku santap sepiring nasi dan lauk pauknya

akupun berfikir
mungkinkah nanti, esok atau lusa
aku masih bisa menikmati rasa nasi ini

tak terasa air mata ini belinang
membayangkan apa yang akan terjadi
nanti, esok atau lusa

aku slalu teringat
saat pesan beliau
makan itu tidak boleh tersisa

ya Allah...
biarkanlah hambamu ini merasakan apa yang engkau beri
sebelum engkau mengambil nyawa ini




Cikarang, 29 Januari 2011
HaNz UkhitaSHiwa
http://dodotkecil.blogspot.com/
READ MORE - Tak Harus Menjadi..

Tangis Di Kala Hati Keruh..

| Selasa, 25 Januari 2011 | 0 komentar |
alunan musik ini lagi yaa... hmm ini membuatku ingat dengan kesukaannya. gumamku dalam hati
padahal aku ingin sekali mematikan player yang dia putar tapi itu semua hanya akan membuatnya marah karena aku tak kenal mereka.



beribu sorotan sinar rembulan
menerangi bumi ini
tak satupun sinarnya
menghampiriku yang sedang merintih kesakitan

dikala suasana suram menyelimuti
meskipun tak bisa kulihat dan kupegang
tapi semua yang pernah beliau berikan
tak kan bisa terlupakan

air mata ini terasa kering
saat mendengar musik ini
tapi apalah daya
aku tak bisa mematikannya

hanya gumam dan isak sedih
yang sanggup aku rasakan
merayap sedih dikegelapan
penuh bisu dan risau



dentingan senar gitar yang kupetik menghilangkan semua alunan musik itu, sesak di dada ini sesekali menghilang saat suara dentingan senar gitar yang menggetarkan jiwa ini. merubah semua hal yang tak pernah bisa dirubah oleh siapapun demi sebuah suara yang tak harus ku dengar disaat aku sedang merindukannya. kami di sini hanya bisa berdo'a untuk mu, kesepakatan antara kami mungkin berat dihatimu tapi ini semua jalan terbaik untuk dari yang terbaik dan menjadi lebih baik. mungkin egois di matamu tapi hanya ini yang bisa kami lakukan, dan karena itu maafkan kami yang tak lagi bisa merawat tempat tinggal terakhirmu. yang terutama aku yang jauh disini, mungkin bila aku disana pasti aku akan selalu menjaga dan merawat tempatmu.





Jakarta, 25 Januari 2011
HaNz UkhitaShiwa
http://dodotkecil.blogspot.com/
READ MORE - Tangis Di Kala Hati Keruh..

blank...

| Sabtu, 22 Januari 2011 | 0 komentar |
bait demi bait tercipta
sajak demi sajak ku tulis
rima demi rima ku buat
tak satu pun berpijar seperti bintang itu

malam pun semakin larut
kenapa hati ini ikut berlarut-larut dengan kesedihan
meratap di sebuah kamar kosong
tanpa teman, kawan, ataupun lawan

hanya secarik kertas lusuh
dan bulpen yang tak lagi ada tintanya
seperti hati ini yang keruh
yang terus mencari idaman hatinya

disaat ku melihatnya terbujur kaku
air mata tak sanggup lagi terbendung
gurau, canda, tawa dan tangis tahun lalu
semua musnah saat kisah ini berakhir

berlari ku terus berlari
mengejar jejak tak bertapak
mengintari bayang-bayang mentari
sampai hingga tiba akhir waktuku



Jakarta, 22 Januari 2011
HaNz UkhitaShiwa

http://dodotkecil.blogspot.com/
READ MORE - blank...

Nyanyian Malam..

| | 0 komentar |
alunan merdu petikan gitar..
sayu-sayu di gelap malam
sakit.., sakit yang kurasa
serasa bedendang di gelap malam ini

rasa perih dan sakit
menghantui bak sinar rembulan redup
ku coba memandang langit yang gelap tanpa bintang
tak terasa air mata ini belinang

mengingat jerih payah yang selalu musnah
ooh... Tuhan
biarkan hambamu ini menikmatinya
meskipun hanya tinggal sebentar

biarkan semua ini menjadi cambuk buatku
agar kelak tak lagi ku menyusahkan orang lain
dan mengakhiri perjalanan yang panjang tanpa batas ini
meskipun tak lagi bisa melihat senyum manis di bibirnya



Jakarta, 22 Januari 2011
HaNz UkhitaShiwa
http://dodotkecil.blogspot.com/
READ MORE - Nyanyian Malam..

Malam pun Jadi Pagi dan Siang

| Kamis, 20 Januari 2011 | 0 komentar |
setiap kali ku merasa jika beliau selalu ada saat aku, tak tidur seperti ini. meskipun mata sudah ku paksakan untuk terpejam hanya bayangan wajah beliau yang selalu ada. kepergian yang tak pernah ku duga sewaktu itu, aku hanya bisa meratapi apa yang telah ku alami ini. malam pun menjadi pagi dan pagi pun beranjak siang, setiap orang di lahirkan dibesarkan dan akhirnya akan mati. begitulah seperti pergantian hari demi hari yang selalu kita lalui.

meskipun berat hati ini yang telah di tinggalkan, tetapi kami selalu akan berusaha tegar untuk menghadapi hari esok yang penuh dengan tantangan yang selalu menghadang. banyak orang yang memandang kami hanya dengan sebelah mata, yang mereka kira kami tidak bisa hidup tanpa beliau. dan sejak itulah aku berjanji di depan makam beliau saat beliau dimasukkan ketempat peristirahatannya yang terakhir, aku akan merubah semua yang telah orang katakan kepada keluargaku. meskipun tulang dan dagingku terkoyak-koyak seperti kain lapuk yang termakan usia. saat itulah mereka akan mengerti akan artinya hidup.

tetapi itu semua hanya imposible semata, mereka tetap tak mau melihat dengan pandangan penuh, mereka kira aku hanyalah anak kemaren sore yang tak tahu apa-apa. yang bisanya hanya merengek saja meminta permen yang tak bisa terbeli. pemikiran itulah yang membuat semua orang merasa kismin dari perasaan mencintai dan menghargai jerih payah orang laen. yang lebih mampu dan lebih berjaya dibandingkan mereka.

kebiasaan mengandalkan jerih payah dan keringat orang yang mereka katakan babu dimata merek. itu semua salah, karena babu juga yang bisa membuat mereka bisa menjadi seperti sekarang ini. ketulusan dan keihklasan merekalah (babu) yang bisa menghidupi mereka (majikan) meskipun itu hanya sebatas memasak dan mengurus rumah tangga.

perpisahan dan perselisihan membuat semua orang menjadi buta akan akal dan budi pekerti yang mereka dapatkan dari sekolah. mereka yang memiliki jabatan yang tertinggi pun tak kan sanggup tanpa mereka (babu) yang mengurus semua keinginan mereka (majikan). jadi bagi kalian yang membaca keluh kesah ini, tolong jangan anggap seorang mereka (babu) hanyalah pesuruh yang dianggap sebagai anjing penjilat yang selalu lapar akan uang.

berfikirlah, tanpa mereka juga kita takkan sanggup bisa seperti sekarang ini. karena pesan inilah yang menjadikan aku lebih tegar menghadapi kehidupan yang keras diibu kota ini. beliau selalu berpesan agar selalu mengasihi dan menyanyangi sesama. meskipun itu kita bisa berkorban demi orang laen dan kita mati karena mereka, janganlah takut karena itu sudah menjadi takdir hidup kita didunia ini.

terkadang, aku melihat berita di TV banyak TKI yang disiksa majikannya. hati ini terasa sangat pedih, kenapa mereka tega melakukan itu semua. padahal mereka bisa hidup dan menata rumah tangga mereka (majikan) juga dari para mereka (babu). ternyata pesan beliau benar-benar terjadi. karena itulah aku bisa menjadi seperti sekarang ini, mungkin beliau tak lagi bisa melihatku yang seperti sekarang aku ini yang berdiri tegar menghadapi kejamnya hidup.

karena sumpah serapah itulah aku bisa bertahan hidup dan menjalani semua ini. bukan berarti aku akan hidup kekal, aku juga hanya manusia seperti beliau dan bisa menyusulnya kapanpun Tuhan mau menggambil nyawa dari ragaku ini. tetesan air mata mengalir membasahi pipi ini ketika semua ini tetuang dalam catatan yang tak pernah kupikirkan seperti aku membuat cerpen-cerpen lucu, horor dan cerpen tentang cinta atau pun kekonyolan yang sering kubuat-buat untuk memikat sang pembaca.

maka dari itu jagalah sikap, perkataan dan perbuatan selama kita masih bisa menjaga 3 hal itu kita pasti akan selalu dilindungi-NYA. meskipun memang berat rasanya tapi kita harus tetap berusaha.



Jakarta, 20 Januari 2011
HaNz UkhitaShiwa

http://dodotkecil.blogspot.com
READ MORE - Malam pun Jadi Pagi dan Siang

Malam penuh bintang tak berpijar..

| | 0 komentar |
Sepi... sepi... dan sepi...
Suasana kamar yang penuh kesepian
Malam terasa sangat panjang

Suara teriakan dan lolongan anjing
menghiasi heningnya malamku ini
perih terasa mata ini karena lelah

ku coba memejamkan mata
hanya bayangan kalbu yang terasa
cahaya peluh dan gundah

menyelimuti hati yang resah
memikirkan hidup yang tak bisa ku ubah
meskipun sudah ku tempuh lautan dan gunung

lagu tanpa nada yang kudengar
beralur sepoi-sepoi mengikuti arah angin
di loteng ini ku sendiri dan menyendiri

sepi sunyi inilah yang kucari
dan kesunyian ini membuatku mejadi lebih baik
dan menghilangkan rasa penat di ibu kota ini




Jakarta, 20 Januari 2011
HaNz UkhitaShiwa
http://dodotkecil.blogspot.com/
READ MORE - Malam penuh bintang tak berpijar..

Tangisan Hati Dikala Pagi

| Jumat, 14 Januari 2011 | 0 komentar |
Seiring berjalannya waktu berlalu melalui setiap langkah kaki ku ini. Semua kebenaran tak pernah ku dapatkan hanya melainkan sebuah bualan yang sering menyakitkan hati. Ketidak sempurnaan yang ada didiri kita masing-masing hanya membuat kita merasa terkucilkan dan tak dianggap. Mungkin setiap penjelasan yang sudah aku berikan tak kan lagi bisa membuatmu mengerti akan arti hidup ini. Karena semua itu tak mudah untuk dimengerti.

Ketakutan dalam hati yang selalu aku simpan selama ini tak pernah kurasakan karena semua itu hanya akan membuatku merasa sakit dan sakit. Setiap engkau mengadu tentang kebiadapannya aku selalu merasa gusar dan gundah. Ingin ku tusukkan sangkur yang selalu ku bawa disetiap langkahku yang tiada ujung dan tujuan ini. Penjelasan demi penjelasan telah aku berikan tetapi dia hanya bisa tersenyum lirih di sudut bibirnya yang busuk.
Pikiranku kemana-mana setiap ku melihat gelagat dan tingkah lakunya yang tak wajar sebagai seorang yang seharusnya menuntun keluarga. Tak sanggup lagi aku melihat semua penderitaanmu, jikalau aku diperbolehkan aku akan menghujam dengan kata-kata yang seharusnya tak boleh ku keluarkan dari mulut ini. Karena aku sadar aku hanya akan menambah masalah baru.
Terdiam dan terus terdiam dan hanya do’alah yang bisa aku berikan kepadamu. Karena aku juga manusia biasa yang tak luput dari dosa. Sabarlah… semua ini pasti akan berakhir ALLAH SWT tidak akan memberikan cobaan seberat batas kemampuan dari diri kita masing-masing. Karena itu hanya do’alah yang bisa membantu kita memecahkan semua permasalahan dengan hati yang dingin dan tanpa harus ada pertumpahan darah di antara kita.
Teruslah berjuang meskipun sekarang ini engkau hanya sendirian menjalani hidup ini dengan kedua buah hatimu yang selalu menemani disetiap langkah kaki yang tak bermata. Karena hidup ini takkan berarti tanpa adanya do’a, biarlah semua berlalu karena semua itu hanya akan membuat hati dan persaan menjadi resah. Biarkan semua ini kita pikul bersama-sama meskipun tanpa adanya seorang yang selalu memberikan kita kasih sayang.
Beliau juga pernah berpesan, “jagalah semua perbuatan, perkataan dan tingkah laku kalian didunia ini karena kita hidup didunia ini hanya sekedar mampir minum saja.”
Kata-kata yang tak pernah kulupakan karena itu adalah pesan terakhir yang selalu terniang ditelingaku saat aku melakukan semua apa yang aku jalani dikehidupan sehari-hari. Meskipun tak lagi aku bisa melihat wajahnya yang keriput termakan usia aku akan selalu mengenang semua yang telah beliau berikan kepada kita.
Jakarta, 14 Januari 2011
HaNz UkhitaShiwa
READ MORE - Tangisan Hati Dikala Pagi

Arti Sebuah Hidup

| | 0 komentar |
Menunggu waktu yang tak jelas sampai kapan akan aku jalani, aku disini selalu memikirkanmu. Mungkinkah kamu juga memikirkanku dan sama seperti apa yang kurasakan, aku disini hanya duduk terdiam tanpa satu kata pun karena diotak ini hanya selalu ada wajah manismu. Tawa mu selalu menghiasi setiap langkahku meskipun aku tak bisa melihat langsung wajahmu. Do’a dan harapan selalu kupanjatkan untukmu meskipun kita saling berjauhan. Mudah-mudahan setiap langkah ini tak kan sedikitpun ku melupakanmu.
Rindu ku ini kan ku bendung dan akan selalu ku simpan dan saat bertemu nanti akan ku luapkan semua rasa yang ada di dalam hati ku ini. Karena selama ini aku belum bisa membahagiakan mu. Karena aku sendiri belum bisa atau tak sanggup membahagiakan karena aku tak berdaya akan berat getirnya hidup ini.
Waktu pun terus berjalan keriput wajahmu mulai menampakkan bahwa letih lesu dan sakit yang sangat amat berat engkau rasakan setelah di tinggal oleh beliau. Aku disini hanya bisa berdo’a dan selalu berdo’a agar engkau dan beliau selalu dikasihi oleh-NYA. Meskipun beliau sudah meninggalkan kita, tetapi memang berat jika dirasakan.
Jika ini yang terbaik buat kita oleh-NYA, kita semua harus tetap optimis untuk terus melangkahkan kaki terus menuju harapan kita dan beliau yang berlum sempat tersampaikan. Rasa pedih saat melihat seorang anak seumuranku yang masih dimanja dan ditimang-timang oleh kedua orang tuanya. Aku merasa sangat cemburu dan iri hati akan kelangkapan itu.
Semua hanyalah harapan semu yang hanya dalam angan dan di awang-awang. Beliau pernah berpesan sebelum kepergiannya,”jagalah ibumu, ibumu, ibumu… adik-adikmu dan kakak-kakakmu. Karena kamu sudah ku anggap bisa dan sanggup untuk menjaga semuanya Bapak percaya itu.”
Kata-kata terakhir itulah yang selalu ku ingat dan tak kan pernah kulupakan meskipun sedetikpun. Karena itu adalah amanat yang sangat besar yang ku emban untuk menjalani hidup ini. Terkadang aku berfikir, kenapa harus aku dan keluargaku yang meraskan ini semua. Hemmhh… mungkin diluar sana juga ada sepertiku dan mungkin lebih menderita lagi dariku. Haruskah aku selalu berkeluh kesah dan pasrah yang selalu menghantui ku setiap hari.
Ke egoisan ku yang membuatku merasa lebih menjadi dewasa, tapi itu semua hanya membuatku merasa hanya akan merusakkan semua yang sudah ku bangun dikit demi sedikit karena itu hanya ilusi semata. Terakhir ku mengeluh tahun 2008 tentang beratnya hidup ku ini, sampai-sampai ku merasa akan mengakhiri perantauanku ini. Tapi semua itu hanya bisa membuat Ibu ku hanya akan merasa lebih berat lagi untuk menjalani hidup ini dan pasti akan selalu memikirkan masa depanku.
Yaa… ALLAH… mungkinkah hambamu yang hina ini bisa menjalani semua perjalanan hidup yang sudah engkau gariskan sesuai kekuatan hamba-hambamu ini.
Setiap kali ku melihat para tukang yang bekerja untuk ku, mengangkat, membalik baja terkadang hati ini terasa pedih. Dan dalam hati berkata: “seandainya jika orang itu adalah aku, mungkinkah aku kuat untuk melakukan pekerjaan yang sangat amat berat itu. Dan saat ini aku hanya bisa melihat, melihat dan melihat, complain, complain dan complain. Jikalau salah dan tidak sesuai designku.”
Kini aku pun berfikir dan berfikir, aku harus tetap selalu memandang kedepan dan meraih semua ini meskipun berat dan sendiri di tanah rantau ini. Tanpa kerabat, saudara, dan kekasih aku berharap semua ini akan berakhir dengan indah dan tanpa ada sedikitpun rasa penyesalan yang akan muncul dikemudian hari nanti.
Bapak, lihatlah anak mu ini yang sekarang semakin tak terurus karena selalu memikirkan orang lain. Dan tak pernah memikirkan dirinya sendiri meskipun rasa sakit yang menggerogoti raga ini. Haruskah ku akhiri ini semua, dan mencari kehidupan yang lebih baik daripada ini. Tapi ini tak mungkin aku lakukan karena aku sadar siapa aku ini dan bagaimana aku ini.
Ketika asa tertikam luka. Cerpen yang ada dalam sebuah blog yang ku bikin beberapa bulan yang lalu. Itu sangat mengena dalam kehidupan yang pernah aku alami semasa aku bersahabat dengan sahabat-sahabat yang satu persatu pergi untuk mencari kehidupan yang lebih dari ini. Mungkin suatu saat nanti aku juga akan meninggalkan kalian semua yang ada di sini. Karena itu semua hanya TUHAN yang tahu. TUHAN merencanakan, KITA yang harus bisa menjalankan dan harus bisa merubah semua jalan hidup ini.
SAVE THE WORLD TODAY. Kata-kata inspirasiku yang tak kan pernah ku tinggalkan meskipun semua sudah berubah dan tak bisa di ubah lagi.
So buat kalian yang merasa hidup ini terasa amat sangat berat. Wehh… koq malah jadi curhat begini sihh.., tak apalah yang penting semua bisa mengerti akan arti hidup ini dan bisa menjadikan ispirasi buat kalian yang sudah sudi dan mau membaca coreta atau karangan-karangan ngaa jelas yang selalu menemani diwaktu ku tak sanggup merasa menjadi seorang ADI dalam dunia ini. So buat kalian yang sudah kenal dan maupun belum kenal jangan menganggap seseorang itu jahat jika wajahnya terlihat garang dan wajah yang memelas terlihat baik karena semua itu bisa menjadi kebalikan dari semua yang sudah kalian duga sebelumnya.
Yaa begitulah sepenggal kisah hidup yang pernah terjadi di sekeliling kita dan mungkin lebih dari ini ada karena itu kita musti dan harus bersyukur dengan semua yang ada.
~ GOOD LUCK FOR YOU ~
Cikarang, 10 Januari 2011
HaNz UkhitaShiwa
READ MORE - Arti Sebuah Hidup

Kekasih Yang Telah Pergi...

| Jumat, 10 Desember 2010 | 0 komentar |
Setalah genap sebulan aku jadian dengan Bayu, aku semakin yakin kalau aku nggak salah pilih dan benar-benar sudah menemukan belahan jiwaku, cinta sejatiku, cahaya hidupku, Bayu adalah segalanya bagiku. Aku mencintai dia dan akan selalu menyayangi dia untuk selamanya. Saat ini aku merasa puas karena penantian, dan usahaku selama ini berbuah kebahagiaan.

Telah sekian lama aku merasa menanti Bayu menjadi milikku seutuhnya. Akhirnya, cerita cintaku saat ini sudah happy ending, tingal sekarang Aku dan Bayu yang menjalaninya. Dulu kami sering sekali bertengkar, hanya karena hal-hal kecil, kadang kami sampai ribut nggak menentu. Dulu sebagai teman, kami memang bukan teman yang cocok, kami saling menjatuhkan dan saling membenci. Tapi sekarang, benar kata orang-orang, kalau kamu membenci seseorang janganlah kamu sampai terlalu, dan hasilnya sekarang perasaan itu menjadi kebalikan bagi Aku dan Bayu, justru kami sekarang saling mencintai dan menyayangi. Tapi yang jelas, aku juga nggak mau kehilangan Bayu, Aku takut juga kalau Aku terlalu mencintai dan menyayangi dia, bisa jadi Aku dan dia akan terpisahkan.

“Hei Ela, kamu lagi ngapain? aku kangen deh sama kamu..”
“Halo Bayu, kan baru kemarin kita ketemu, kamu gimana sih?”
“Ela, kamu baik-baik ya di sana, jaga diri kamu dan jangan pernah lupakan aku ya sayang.”

“Kamu ngomong apa sih Bayu? Kamu ngigau ya?”
“Nggak, maksud aku yah kamu jangan macam-macam di sana, kan di kampus kamu banyak banget tuh cowok-cowok keren, ntar ada yang godain kamu lagi, trus kamu lupain aku.”
“Hahaha... ya nggak dong sayang, aku nggak akan tergoda sama cowok-cowok di kampus ini, nggak ada yang kayak kamu di sini, dan yang aku mau tuh cuma kamu seorang.”

“Hei, kamu udah pintar ngegombal yah, siapa yang ajarin, ayo ngaku?”
“Bayu, kamu apaan sih?! Udah deh, aku mau kamu kasih aku kepercayaan untuk berteman dengan teman-temanku. Asal kamu tau aku berterima kasih banget selama ini sama Tuhan karena aku udah bisa memiliki kamu.”
“Iya Ela, dan asal kamu tau juga cintaku lebih besar dari yang pernah kamu bayangkan selama ini.”

Satu hal inilah yang selalu ditakutkan Bayu, dia selalu bilang aku akan tergoda oleh cowok-cowok di kampus, sementara aku nggak begitu? Justru akulah yang paling takut Bayu yang akan berpaling dariku, dia akan pergi meninggalkanku selamanya, dan cintanya hilang untukku. Bayu sekarang kerja di salah satu perusahaan asing terkemuka di kota ini, sebagai cowok kalau kita melihatnya dengan kesan pertama, dia adalah cowok yang diimpi-impikan semua cewek, karena Bayu punya segalanya, dengan modal wajah yang tampan, prilaku yang baik, kerja yang mapan, akupun takut dia akan pergi dariku, kalau seandainya ada cewek yang lebih menarik dariku, lebih sederajat dengan dia.

Bayu menggenggam tanganku erat sekali, aku merasakan kenyamanan saat dia memegang tanganku. Aku merasakan cintanya begitu kuat untukku. Saat kami masuk ke sebuah toko buku, Bayu bilang dia akan membelikan aku sebuah buku sastra yang dulu sudah pernah dibacanya dan sekrang dia ingin aku juga membaca buku itu. Setelah Bayu membayar buku tersebut, Bayu langsung menyerahkannya padaku. Aku kaget membaca sinopsisnya, ternyata buku itu berisi tentang kekuatan cinta yang tulus, yang akhirnya terpisahkan oleh maut, dan bagaimana sakitnya hati seorang kekasih saat menghadapi peristiwa kematian itu.

“Bayu, kenapa kamu kasih aku buku kayak gini?”
“Ela, aku pengen banget kamu baca buku ini, karena kalau kamu baca buku ini, kamu bakal lebih mengerti lagi apa itu cinta sejati, kamu akan merasakan betapa sangat berartinya orang yang mencintai kamu, pokoknya ceritanya bagus deh, kamu pasti nggak bakalan nyesal kalau baca buku ini, dan setelah membacanya, aku juga yakin kamu akan semakin sayang sama aku, hehehe ...”
“Ih, kamu!! Ke-GR-an banget sih kamu, masa cuma gara-gara baca buku ini aku bisa semakin sayang sama kamu.”

“Eh, benaran, percaya deh sama aku. Kalau nggak, ntar kamu boleh musuhin aku lagi deh kayak dulu.”
“Bayu!! Kamu ngomong apaan sih, ya udah-udah, aku baca bukunya, kamu kira aku bakalan senang yah kalau kita musuhan lagi.”

Bayu aneh sekali hari ini. Tadi siang dia ngomong yang nggak-nggak di telpon, dan malam ini dia juga menyuruhku membaca buku yang isinya aneh, tentang kematian. Tiba-tiba saja jantungku berdegup kencang, kata kematian terasa terngiang-ngiang di telingaku. Entah kenapa aku semakin ketakutan, takut akan kematian, takut akan kehilangan. Peganganku semakin aku kuatkan ke pinggang Bayu, aku peluk pungungnya dan aku sandarkan wajahku ke sana. Aku merasakan lagi kalau aku bersama Bayu, saat ini mungkin Bayu sedang tersenyum karena dia merasakan cintaku besar untuknya.

Sambil mengenderai motornya, sesekali dia menoleh ke belakang untuk melihatku, Bayu seperti orang yang was-was. Aneh, di sepanjang jalan aku terus kepikiran. Dan akhirnya bunyi keras dan goncangan hebat membuat aku kaget, nggak hanya goncangan, tapi sakit yang luar biasa di kepalaku, aku merasakan pusing serasa dunia ini berputar sangat kencang sekali, penglihatanku kabur, aku berusaha untuk menyadarkan diriku sendiri, apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba aku melihat Bayu yang sedang tidur di jalanan, samar-samar aku melihat dia seolah-olah tidur nyenyak, aku merasa mimpi, mana mungkin Bayu tidur di jalan, perasaan baru tadi aku boncengan dengan dia. Aku berjalan mendekati dia, tapi orang-orang yang ramai lebih dulu menghampiri dia, aku semakin kesakitan, aku nggak kuat lagi dan akhirnya yang aku lihat hanya kegelapan.

“Ela, kamu nggak apa-apa sayang, ini Mama.”
Aku pandangi wajah Mama. Dia seperti orang yang ketakutan, aku melihat sekelilingku, tiba-tiba aku baru sadar, selintas kejadian tadi malam teringat lagi olehku.
“Ma, Bayu mana? Dia baik-baik aja kan?”
“Ela, nanti aja, kamu istirahat dulu, kamu masih sakit sayang.”
“Nggak Ma, Ela nggak merasa sakit apa-apa, sekarang Ela mau lihat Bayu, dimana dia Ma?”
“Ela, luka kamu belum kering betul, tadi kamu terus-terusan ngigau kalau kamu ngerasain sakit.”
“Ma, Ela nggak ngerasa sakit, benaran, nggak tau kenapa Ela ngerasa sehat dan kuat Ma, sekarang pokoknya Ela mau ketemu Bayu, pasti saat ini dia butuhin Ela banget.”
“Ela, saat ini Bayu nggak butuh siapa-siapa lagi, dia udah aman Ela, dia udah tenang di sana, sekarang udah bahagia dengan kehidupannya sendiri, ada yang menjaga dia di sana.”
“Apa? Apa Ma, maksud Mama? Mama bohong!! Ela nggak percaya, nggak mungkin, nggak mungkin itu terjadi sama Bayu, dia udah janji Ma nggak akan pernah ninggalin Ela, dia sayang Ela, Ela sayang Bayu Ma .... nggak, nggak mungkin....

Teriakanku membuat semua suster datang ke tempatku, mereka berusaha menenangkanku, tapi aku nggak bisa, air mataku mengalir terus tiada hentinya, salah seorang suster baru saja akan memberiku suntikan penenang, tapi cepat-cepat aku elakkan.

“Tolong jangan suster, saat ini aku nggak butuh itu, aku hanya ingin menangis, aku nggak rela, aku marah sama Bayu, kenapa dia berani pergi ninggalin aku, padahal dulu dia udah janji nggak akan pernah pergi dariku, tapi kenapa Bayu bohong, kenapa sekarang justru dia pergi selamanya, dan aku tau dia nggak akan pernah kembali lagi kan untukku? Kenapa kamu tinggalin aku Bayu?”

“Ela, ini udah takdirnya, waktu Bayu udah habis di dunia, kamu jangan pernah marah sama Bayu sayang. Kamu harus yakin kalau sekarang Bayu udah bahagia di sana.”
“Ma, kenapa justru Bayu, kenapa buka Ela aja yang ada di sana? Ela mau kok Ma, Menggantikan Bayu, karena Ela sayang sama Bayu Ma, atau biarkan Ela untuk bersama dia sekarang, Ela pengen menyusul dia Ma, Ela nggak mau hidup di dunia ini tanpa dia, percuma Ma, percuma kalau nggak ada Bayu di sini, hidup Ela nggak ada artinya lagi.”

Dengan cepat suster-suster itu memegang seluruh tubuhku, dan sesaat kemudian aku tertidur, di alam mimpi Bayu datang padaku. Dengan pakaian yang serba putih Bayu tersenyum padaku, dia berjalan mendekatiku, dia kelihatan senang sekali, seolah-olah dia mendapatkan kebahagiaan yang baru, yang tiada duanya di dunia, melihat Bayu terus-terusan tersenyum, rasanya aku ingin sekali ikut bersama dia, ikut merasakan kebahagiaan yang dia rasakan saat ini. Aku berusaha memeluknya dan menggenggam tangannya, dia membalas pelukanku, dia mendekapku, kembali aku merasakan kenyamanan bersamanya, aku merasakan dia memberiku kekuatan, ketegaran, dia membelai rambutku dengan penuh rasa sayang, tapi pelan-pelan dia melepaskanku, dia justru menjauh dariku, semakin jauh, jauh dan hilang dari penglihatanku.

Saat aku sadar, aku menangis lagi, aku bukan menangis karena menahan sakit pada kepalaku, tapi aku menangis karena hatiku yang terasa amat sakit. Sekarang dunia bagiku terasa kelam, hujan nggak hanya membasahi bumi, tapi hujan membasahi kehidupanku, hatiku seolah-olah nggak berhenti menangis, menangisi orang yang telah pergi untuk selama-lamanya, dia nggak akan pernah kembali lagi.

Tiba-tiba mataku tertuju pada buku yang ada di atas meja, aku baru ingat kalau itu adalah buku yang dibelikan Bayu kemarin. Aku buka satu demi satu halaman buku itu, beberapa menit kemudian aku tenggelam dalam ceritanya. Aku menangis membaca buku itu, sekilas aku seolah-olah melihat wajah Bayu tersenyum di langit yang mendung di luar sana.

Entah kenapa sekarang Aku kembali merasakan kekuatan itu, kekuatan cinta yang diberikan oleh Bayu, Aku merasakan dia ada di dekatku, merangkulku, menenangkanku, Aku dapat merasakan cinta dan sayangnya. Bayu, Aku sangat mencintai dan menyayangi kamu, Aku yakin kamu bahagia di sana, walaupun kamu sudah pergi dari kehidupanku, tapi kamu nggak akan pernah pergi dari hatiku, kamu abadi untukku, Bayu. Aku akan buktikan, kematianmu nggak akan pernah mengakhiri cintaku.***



“Cerita ne gw dapet dari seorang temen yang baru gw kenal sewaktu tu anak HP’y ketinggalan d’bangku bioskop, n gw ambil yaa… bukan maksut hati buat mengambil buat gw tpi mo gw kembali’in k’yang punya tapi ngaa teu spa yg punya. N akhir’y tu HP bunyi, yaa.. gw angkat n tu anak bilang ‘tolong temui gw d’deket loket bioskop..!!’ sambil tolah-toleh gw cari tu anak, n akhir’y ketemu. Ya mngkin tu anak pengen b’trimakasih, tpi bingung mo ngapain. N akhrir’y gw kenalin ja diri hehe.. n akhir’y iseng sharing ngelantur ngaa jelas kmna².. beberapa hari kemudian kita ketemu lgi n sharing ngaa jelas lgi sma temen²nya.. n dya becerita ttg dia n cwo’y. ya gto dehh pokok’y…”



Jakarta, 10 Desember 2010
HaNz UkhitaShiwa
http://dodotkecil.blogspot.com/
READ MORE - Kekasih Yang Telah Pergi...

Masukkan email untuk update:

Delivered by FeedBurner

DoDoT_KeCiL_MaSiH_YaNg_DuLu